Corona di Bali

Beredar Isu Pasar Galiran Ditutup Sementara Karena COVID-19, Bupati Suwirta Buka Suara

Beredar Isu Pasar Galiran Ditutup Sementara Karena COVID-19, Suwirta Tegaskan Tidak Ada Penutupan Pasar

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pemkab Klungkung saat membagikan ribuan masker ke para pedagang dan pengunjung di Pasar Galiran Klungkung, Jumat (10/4) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Pasca adanya pedagang di Pasar Galiran yang terkonfirmasi positif COVID-19, berkembang berbagai isu di masyarakat yang menyatakan pasar akan ditutup sementara. Hal ini membuat masyarakat resah, karena Pasar Galiran menjadi pusat perekonomian bagi sebagian warga Klungkung dan sekitarnya.

Menanggapi isu ini, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Klungkung, I Nyoman Suwirta menegaskan, tidak ada wacana penutupan pasar Galiran dari pemerintah. Hanya saja protokol pencegahan COVID lebih diperketat, dengan melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala di pasar dan mamastikan pengunjung pasar selalu menerapkan protokol kesehatan.

“ Tidak ada rencana penutupan pasar. Saya sudah menugaskan dinas terkait untuk melakukan penyemprotan dan memastikan selalu menerapkan protokol kesehatan," tegas Suwirta.

Peningkatan transmisi lokal di Klungkung, membuat
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung menggelar rapat, Minggu (7/6).
Dalam rapat tersebut, Suwirta meminta protokol kesehatan tetap dilaksanakan dimanapun berada. Penyemprotan disinfektan, memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak harus selalu digalakkan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. Surat edaran atau imbauan dari pemerintah untuk bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 harus benar-benar dilaksanakan.

“Greget kita diawal perlu digalakkan. Laksanakan tugas gugus seperti biasa, jangan kendor,” ungkap Suwirta.

Dibukanya kembali sejumlah pelayanan publik seperti perkantoran harus selalu memperhatikan protokol kesehatan. Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan dan bisa memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) benar-benar menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara terkait dibukanya kembali sejumlah pelabuhan penyeberangan ke Nusa Penida, Suwirta mengaku mendapat beberapa masukan dan komplain dari masyarakat yang meminta kelonggaran menyeberang. Dalam rapat tersebut ia menegaskan tidak ada kelonggaran atau toleransi bagi mereka yang tidak memenuhi ketentuan untuk menyeberang ke Nusa Penida. Misalnya warga ber KTP non Klungkung harus menunjukan surat keterangan rapid test dengan hasil non reaktif.

“Mulai Senin (8/6) kita akan tugaskan petugas untuk melakukan ceck poin atau ceck list ditempat penyeberangan,” sebutnya. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved