Busairi Kepergok Curi Motor di Jalan Jatayu Buleleng

Kini, pria asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada itu telah diamankan di Mapolsek Kota Singaraja

tribunnews
ilustrasi pencurian 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Busairi alias Casper (40) nyaris babak belur dihajar warga.

Pasalnya, residivis kasus penganiayaan anggota TNI pada 2017 lalu ini kepergok hendak membawa kabur satu unit sepeda motor milik seorang warga di Jalan Jatayu, Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng pada Minggu (7/6/2020) siang kemarin.

Kini, pria asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada itu telah diamankan di Mapolsek Kota Singaraja.

Menurut informasi, kasus pencurian sepeda motor (curanmor) ini dilakukan oleh Busairi bersama temannya Tatang yang kini masih diburu oleh polisi. Saat melintas di TKP dengan dalih jalan-jalan, kedua pelaku tergiur untuk mengambil motor Honda Scoopy DK 2441 VR milik Komang Krisna Vebriana, lantaran motor tersebut diparkir dalam kondisi kunci nyantol.

Beruntung aksi pencurian ini berhasil diketahui oleh sang pemilik motor. Sehingga korban dibantu warga bergegas mengejar kedua pelaku.

Dalam aksi pengejaran itu, warga berhasil menangkap Busairi. Sementara pelaku Tatang, yang diketahui berasal dari Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, berhasil melarikan diri.

Beruntung, warga tidak main hakim sendiri. Pihaknya langsung menyerahkan pelaku Busairi, beserta barang bukti kepada pihak kepolisian sektor Kota Singaraja.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol I Gusti Nyoman Yudistira dikonfirmasi Senin (8/6) membenarkan dengan adanya kasus curanmor tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk memburu pelaku Tatang.

“Anggota masih bekerja di lapangan, memburu satu pelaku lagi. Kasus nanti sekalian kami rilis ya, mohon bersabar karena anggota masih pengembangan,” singkatnya.

Sekedar mengingatkan, pada Juli 2017 lalu, pelaku Busairi juga pernah berurusan dengan polisi lantaran melakukan penganiayaan terhadap salah satu anggota Denma Kodam IX/Udayana AD bernama Prajurit Satu (Pratu) Gede Arya Yasa Mataram, di warung tuak, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada.

Busairi nekat menebas korban dengan sebuah pedang, hingga membuat korban mengalami luka dibagian kepala. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved