Armada ke Nusa Penida Hanya Terisi 25 Persen Penumpang, Penumpang Masih Minim

Armada ke Nusa Penida Hanya Terisi 25 Persen Penumpang, Penumpang Masih Minim

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Armada ke Nusa Penida Hanya Terisi 25 Persen Penumpang, Penumpang Masih Minim 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Edi Bintoro (45), warga asal Jember Jawa Timur dan rekan-rekannya baru saja tiba di Pelabuhan Tribhuana, Kusamba, Selasa (9/6). Ia lalu disambangi oleh pengawas pelabuhan dan diarahkan untuk menunjukan surat hasil rapid test dengan hasl non reaktif. Saat itu aktivitas di Pelabuhan Tribuhana kembali normal, setelah tutup selama sebulan lebih. Hanya saja dengan ketentuan saat ini, jumlah warga yang menyebrang ke Nusa Penida sangat minim.

" Saya baru balik dari jawa, dan hendak kerja proyek di Nusa Penida. Ini saya sudah bawa surat rapid test di Jember. Karena penumpang sepi, tidak ada antrean disini (Pelabuhan Tribhuana)," ungkal Edi Bintoro.

Saat itu ia hendak menyebrang bersama belasan rekannya. Mereka selama ini memang bekerja proyek pembangunan villa dan penginapan di Nusa Penida. Hanya saja mereka sempat pulang untuk mudik dan kembali ke Nusa Penida untuk kembali bekerja.

Sesampainya di Pelabuhan Tribhuana, mereka diminta langsung menyambangi tenda yang ditempati petugas pelabuhan untuk dilakukan pemeriksaan. Mereka diminta cuci tangan, lalu berbaris untuk dilakukan pemeriksaan dokumen seperti KTP dan surat meterangan sudah rapid test dengan hasil non reaktif. Suhu tubuh mereka juga dicek untuk memastikan tidak demam, dan sebelum masuk ke ruang tunggu mereka diarahkan masuk ke bilik disinfektan untuk dilalukan sterilisasi.

" Protokol kesehatan seperti ini efektif dilakukan sejak kemarin, Senin (8/6). Jadi sampai saat ini tidak ada kesulitan bearti menjalankan protokol ini, karena tidak ada pembludakan penumpang," ujar Petugas pengawas pelabuhan Tribhuana Kusamba, I Made Suardika.

Menurutnya aturan yang ketat dari pemerintah, membuat masyarakat tidak leluasa untuk menyebrang ke Nusa Penida. Mengingat warga yang ber KTP non Klungkung harus menunjukan surat hasil rapid test.

" Yang menyebrang paling kebanyakan warga yang ber KTP Klungkung. Ada beberapa saja dari luar daerah. Sejauh ini aktivitas penyebrangan relatif sepi," jelasnya.

Sementara pengelola jasa penyebrangan menuju ke Nusa Penida I Made Shinta tidak menampik kondisi itu. Saat ini jumlah penumpang yang menyebrang ke Nusa Penida dan sebaliknya sangat menim. Bahkan menurutnya sangat jauh dari ketentuan yang ditetapkan pemerintah, yakni penumpang hanya 50 persen dari kapasitas armada.

" Sekali berangkat, rata-rata paling hanya terisi 25 persen sampai 30 persen penumpang," ujar Made Sinta.

Dengan kondisi demikian, pihaknya pun memutuskan sehari melayani 4 kali keberangkatan. 2 kali keberangkatan dari Kusamba ke Nusa Penida, dan 2 kali keberangkatan dari Nusa Penida ke Kusamba.

Dengan kondisi saat ini, pihaknya melakukan penyemprotan desinfektan dua kali di dermaga dan loket. Sementara pada armada dilakukan penyemprotan alcohol 70 persen.

" Kalau pakai cairan desinfektan yang biasa itu, baunya menganggu penumpang. Sehingga untuk armada kami semprot dengan cairan alcohol 70 persen," jelasnya. (mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved