Termasuk Pariwisata, Total 18 Sektor Alami Kontraksi, Pemerintah Prediksi Ekonomi Kuartal II Minus

Dampak terhadap Indonesia diperkirakan kuartal II-2020 negatif, namun kita menjaga agar kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 restart.

ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyampaikan pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 bakal minus.

Salah satu hal yang bisa mengonfirmasi adalah kegiatan ekonomi dan penjualan barang di semua sektor menurun.

Airlangga menyebutkan ada 32 sektor usaha yang penjualannya menurun secara tahunan sejak April hingga 26 Mei 2020.

Hal ini tak lain akibat dampak virus corona disease 2019 (Covid-19) terhadap aktivitas ekonomi dalam negeri. 

"Dampak terhadap Indonesia diperkirakan kuartal II-2020 negatif, namun kita menjaga agar kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 restart. Tidak boleh lebih lama karena recovery-nya makin lama," kata Menko Airlangga dalam Webminar Internasional; Menavigasi New Normal, Selasa (08/06/2020).

Akibat Pandemi Covid-19, Perekonomian RI Sentuh Titik Terendah Pada Mei 2020

Berdasarkan data yang disampaikan Menko Airlangga dari total sektor tersebut 18 di antaranya mengalami kontraksi year on year (yoy) pada dua bulan pertama di kuartal II-2020 yakni otomotif dan alat transportasi (51%).

Kemudian, distribusi retailer dan toserba (22%), peralatan elektronik (25%), makanan dan minuman (21%), dan pembiayaan konsumen (53%).

Lalu, hasil kayu dan kehutanan (24%), jasa keuangan (44%), restoran (72%), pariwisata (74%), bahan bangunan dan besi konstruksi (19%), teknologi informasi (19%), jasa usaha (17%), pertambangan migas (26%), industri logam dasar (29%), perkebunan dan pertanian (15%), bahan kimia dan plastik (16%), pembangkit energi dan listrik (14%), industri karet, kulit (2%).

Sementara itu, di periode sama 14 sektor usaha lainnya tumbuh melambat secara tahunan yakni kebutuhan konsumen rumah tangga (21%), pertambangan non-migas (29%), peralatan kantor dan stationary (37%), properti dan konstruksi (35%), media informasi (28%), dan tekstil dan produk tekstil (43%).

Kemudian infrastruktur sarana angkutan (42%), permesinan, alat berat (22%), transportasi dan logistik (17%), packaging (23%), peternakan dan perikanan (17%), telekomunikasi (18%), rokok dan tembakau (12%), serta batubara (4%).

Gandeng Pemangku Kepentingan Terkait, Pemprov Godok Skema Pariwisata Bali yang Kedepankan Kolaborasi

Menko Airlangga menambahkan meski penjualan 32 sektor menurun, empat sektor lain masih bisa tumbuh positif secara tahunan yakni prasarana umum (25%), farmasi dan alat kesehatan (3%), makanan pokok (7%), dan minyak nabati (16%). 

Hanya saja, keempat sektor tersebut tidak bisa mengkompensasi pencapaian buruk mayoritas sektor. 

Hingga akhir tahun 2020 pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3% atau posisi terburuk di level minus 0,4%. (*)

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul, Pemerintah prediksi ekonomi kuartal II-2020 minus, penjualan barang turunhttps://nasional.kontan.co.id/news/pemerintah-prediksi-ekonomi-kuartal-ii-2020-minus-penjualan-barang-turun

Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved