Corona di Bali

Pedagang Positif Covid-19 di Pasar Kumbasari Tak Ada yang Berasal dari Wilayah Sesetan Denpasar

Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Sesetan memastikan tidak ada pedagang Kumbasari yang positif Covid-19 berasal dari wilayahnya

Tribun Bali/Noviana Windri
Suasana Pasar Kumbasari, Denpasar, Bali, Sabtu (28/9/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Adat Sesetan, I Wayan Dudik Mahendra menyatakan dari belasan pedagang Pasar Kumbasari yang positif Covid-19 setelah menjalani swab test, tidak ada yang berasal dari wilayah Sesetan, Denpasar Selatan, Bali.

"Dari 18 atau 19 orang yang positif itu, kebetulan tidak ada pedagang yang berasal dari wilayah Sesetan," kata Dudik kepada Tribun Bali, Kamis (11/6/2020).

Pria yang akrab disapa Dudik itu menyatakan, dari awal pihaknya sudah mengusulkan kepada pemangku kepentingan untuk fokus memberikan perhatian lebih di pusat keramaian, seperti pasar tradisional agar penyebaran Covid-19 tidak meluas.

"Kami beberapa waktu lalu juga mengusulkan dalam sebuah rapat evaluasi agar ditempatkan petugas di pasar, diberikan perhatian lebih untuk sidak masyarakat tidak bermasker, kalau tidak ada petugas kan kadang santai saja, ada yang melepas masker, kalau ada petugas baru dipakai maskernya," tuturnya.

Oleh sebab itu, meskipun di wilayah Sesetan, PKM sudah selesai per 10 Juni 2020 kemarin, pihaknya tak ingin lengah, giat pemantauan dan sosialiasasi protokol kesehatan terus diintensifkan, bahkan penduduk yang baru datang per Juni ini harus menunjukkan surat rapid test.

"Semua ini tujuannya memutus penyebaran virus Corona. Seperti kasus di pasar sekarang, kejadian terjadi outbreak dan mengkhawatirkan ini akan sulit di-tracing siapa saja pembeli 14 hari ke belakang," beber dia.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk kooperatif jujur terkait riwayat perjalanan dan aktivitas guna kepentingan tracing.

"Misalnya seperti warga kita yang meskipun non reaktif dengan kesadarannya mengisolasi diri," ujar Dudik.

(*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved