Corona di Bali

Perumda Pasar Belum Jamin Pasar Malam Kumbasari Bisa Buka Tanggal 16 Juni 2020

Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar belum bisa memastikan kapan pasar malam ini akan dibuka kembali

Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
(Ilustrasi) Harga sejumlah sayuran naik di Pasar Kumbasari, Denpasar, Bali, Sabtu (7/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menyusul akan dilakukan tes kepada semua pedagang malam di pelataran Pasar Kumbasari, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar belum bisa memastikan kapan pasar malam ini akan dibuka kembali.

Hal ini dikarenakan pihaknya harus menunggu hasil swab test maupun rapid test dari 382 pedagang yang akan mengikuti tes pada Jumat (12/6/2020), Sabtu (13/6/2020), yang kemudian dilanjutkan Senin (15/6/2020) dan Selasa (16/6/2020) mendatang.

Sebelumnya, setelah hasil swab test 43 pedagang Pasar Kumbasari keluar, dan 18 orang pedagang dinyatakan positif Covid-19, pasar malam di Pasar Kumbasari ditutup selama lima hari hingga tanggal 15 Juni 2020.

“Setelah adanya arahan Gugus Tugas supaya dilakukan tes kepada semua pedagang, kami tidak bisa memastikan kapan pasar malam akan dibuka kembali. Kami harus menunggu semua hasil tes ini keluar,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata saat dihubungi Kamis (11/6/2020) siang.

“Kami tidak berani jamin tanggal 16 Juni sudah buka. Kemungkinan penutupan diperpanjang, makanya kami harapkan semua pedagang agar cepat ikut tes. Semakin cepat tes, maka akan semakin cepat pasar ini buka,” katanya.

Sementara untuk pasar pagi atau pasar oleh-oleh di Pasar Kumbasari masih tetap buka seperti biasa.

“Kami tidak melakukan penutupan pasar secara total. Pasar pagi yang menjual oleh-oleh masih buka. Yang ditutup hanya pasar malam di pelataran,” katanya.

Sementara itu, untuk hasil swab test kepada 21 pedagang daging di Pasar Badung sudah keluar semua dengan hasil negatif.

Dengan hasil ini, semua pedagang yang sempat tak berjualan kini telah berjualan kembali.

“Semua pedagang sudah kembali berjualan. Kecuali pedagang yang positif, losnya kami isolasi 14 hari,” katanya.

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved