PDAM Klungkung "Banjir" Keluhan, Bupati Suwirta Gelar Rapat Terbatas

Keluhan demi keluhan terus ditujukan kepada pelayanan PDAM, baik itu melalui pengaduan masyarakat ataupun melalui media sosial

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Keluhan demi keluhan terus ditujukan kepada pelayanan PDAM, baik itu melalui pengaduan masyarakat ataupun melalui media sosial. Hal ini membuat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menggelar rapat evaluasi membahas kinerja PDAM, Jumat (12/6).

Rapat yang digelar di ruang rapat Bupati Klungkung itu dihadiri Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Dirut PDAM Nyoman Renin, Kepala Bapperlitbang Wayan Wasta, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana.

Dihadapan jajaranya, Suwirta mengingatkan jajaran PDAM jangan hanya bekerja dan turun ke lapangan saat terjadi laporan atau keluhan.

"PDAM wajib melakukan evaluasi menyeluruh, serta harus berani turun ke lapangan untuk berdialog dengan warga. Sebelum keluhan warga itu diposting ke media sosial," tegas Suwirta.

Suwirta juga memenyoroti kinerja bidang teknis PDAM. Menurutnya bidang teknis harus rajin turun memantau jaringan air, tidak turun hanya saat terjadi kerusakan jaringan.

"Pengawas PDAM supaya terus memantau kinerja PDAM dan ikut memberikan kajian dan solusi terhadap permasalahan yang dialami PDAM," ungkap Suwirta.

PDAM supaya lebih diminta lebih aering menjaga dan merawat jaringan airnya, sehingga tidak sering terjadi kebocoran jaringan, ataupun upaya pencurian air. Suwirta juga meminta direktur dan pengawas PDAM untjk berani membuat perencanaan yang pasti dan jelas yang dapat memperbaiki produktivitas PDAM.

" Melihat kinerja saat, PDAM supaya tidak berpikir untuk menaikan tarif terlebih dulu. Hal yang dapat menutupi kerugian PDAM, hanya dengan optimalisasi pelayanan menuju pelayanan 100% dan optimalisasi SWRO Nusa Ceningan bisa segera salurkan," tegasnya.

Dalam rapat evaluasi itu, juga dibahas tentang dualisme pengelolaan sumber mata air Guyangan di Nusa Penida. Selama ini disebutnya pengelolaan sumber mata air itu dikelola oleh Pemkab dan Pemprov Bali, sehingga pemerintah pusat tidak berani memberikan bantuan untuk optimalisasi sumber mata air tersebut. (Mit)

Tahun 2021 Pelimpahan UPT Mata Air Guyangan Harus Rampung

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pun menargetkan, tahun 2021 pelimpahan aset Provinsi Bali yakni UPT Mata Air Guyangan kepada Pemkab Klungkung harus sudah rampung.

Sehingga nantinya pengelolaan sumber mata air Guyangan sudah menjadi satu pengelolaan oleh PDAM Klungkung.

"Sekarang buat perencanaan apa yang menjadi kebutuhan. Sehingga saat aset tersebut sudah bisa diambil alih, bisa langsung dioperasikan. Saat ini jam operasional Air Guyangan hanya 8 jam padahal kebutuhan air selama 24 jam," ungkapnya. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved