Harga Bunga Pacah dan Gumitir Turun Drastis di Desa Pesaban Karangasem

Puluhan petani bunga di Desa Pesanan, Kecamatan Rendang, Karangasem, mengeluh lantaran harga bunga per kilogram turun drastis

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
(Ilustrasi) Pedagang Pasar Kidul menjual sarana persenbahyangan, Senin (28/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Puluhan petani bunga di Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Karangasem, mengeluh lantaran harga bunga per kilogram turun drastis.

Seperti bunga pacah yang semula Rp 10 ribu, turun jadi Rp 2 ribu per kilogram, seedangkan bunga gumitir turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram.

Perbekel Pesaban, I Gede Widiasa mengatakan, harga bunga di petani turun sejak sebulan lalu.

Penurunan harga bunga pacah dan gumitir mencapai 50 hingga 80 persen per kilogram.

Hampir semua petani bunga di Desa Pesaban merugi ratusan ribu per bulan untuk biaya petik.

"Bunga harus dipetik. Kalau seandainya tidak dipetik pohonnya akan rusak. Banyak petani yang terpaksa mengeluarkan uang sendiri untuk upah buruh petik bunga. Penjualan dari bunga tidak cukup untuk mengupah buruh karena harga murah," jelas I Gede Widiasa, Minggu (14/6/2020) kemarin.

Ditambahkan, harga bunga pacah dan gumitir di petani turun karena beberapa hal.

Satu diantaranya karena menurunnya permintaan bunga di pasar dibanding sebelumnya.

Ritual keagamaan yang melibatkan orang banyak dibatasi untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Selain itu, banyak warga yang beralih menjadi petani bunga mengakibatkan harga bunga turun.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved