Satu PDP di Tabanan Meninggal Dunia, Gejala Awal Seperti DBD

Pasien memeriksakan diri ke salah satu rumah sakit swasta di Tabanan dan dinyatakan gejala DBD kemudian dirawat.

Pixabay
Ilustrasi test covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang warga asal Kecamatan Pupuan, Tabanan yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia saat menjalani perawatan di BRSUD Tabanan, Sabtu (13/6/2020) malam.

Masih belum diketahui pasti penyebab meninggalnya warga tersebut, karena masih menunggu hasil tes swab.

Petugas juga masih melakukan tracing kemungkinan riwayat penyakit warga tersebut.

Namun begitu, proses pemakaman yang dilakukan pada Minggu (14/6/2020) dinihari, tetap menggunakan standar protokol penanganan Covid- 19 di setra desa.

Informasi yang diperoleh Tribun Bali menyebutkan, PDP yang meninggal itu seorang pria berusia 50 tahun, yang awalnya mengalami demam.

Yang bersangkutan melakukan pemeriksaan ke salah satu dokter kemudian dirujuk ke Puskesmas.

Setelah pemeriksaan di Puskesmas, warga itu dinyatakan gejala DBD karena trombositnya rendah.

Setelah itu, ia memeriksakan diri ke salah satu rumah sakit swasta di Tabanan dan kembali dinyatakan gejala DBD. Ia kemudian dirawat.

Namun dalam beberapa hari, tepatnya pada Sabtu (13/6/2020), kondisi warga tersebut drop dan sempat tak sadarkan diri.

Ia kemudian dirujuk ke BRSUD Tabanan. Sesuai protokol, pasien tersebut kemudian dirapid test dan hasilnya reaktif.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved