Satu PDP di Tabanan Meninggal Dunia, Petugas Tunggu Hasil Swab

Seorang warga asal Kecamatan Pupuan yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia

ABC
Sebuah karya seni komputer dari coronavirus, dinamai sesuai dengan corona, atau mahkota, protein permukaan (titik-titik luar) yang digunakan untuk menembus sel inang. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Seorang warga asal Kecamatan Pupuan yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia saat menjalani perawatan di BRSU Tabanan, Sabtu (13/6/2020) malam.

Masih belum diketahui pasti penyebab meninggalnya warga tersebut, karena masih menunggu hasil swab tes yang sudah dilakukan. Selain itu juga, petugas masih melaksanakan tracking kemungkinan riwayat penyakit warga tersebut. Proses pemakaman pun dilaksanakan dengan standar protokol Covid 19 di setra desa asal warga tersebut, Minggu (14/6) dinihari.

Menurut informasi yang diperoleh, warga yang merupakan seorang pria berusia 50 tahun ini awalnya mengalami demam. Setelah itu yang bersangkutan melaksanakan pemeriksaan ke salah satu dokter namun disarankan untuk dirujuk ke Puskesmas. Setelah pemeriksaan di Puskesmas setempat, warga tersebut dinyatakan gejala DBD karena trombositnya rendah.

Setelah itu, ia kemudian memeriksakan diri ke salah satu rumah sakit swasta di Tabanan dan kembali dinyatakan gejala DB. Ia kemudian dirawat. Namun dalam beberapa hari atau pada Sabtu (13/6) kondisi warga tersebut justru drop dan sempat tak sadarkan diri. Ia kemudian dirujuk ke BRSU Tabanan. Sesuai protokol, pasien tersebut kemudian dirapid dan hasilnya reaktif selanjutnya dirawat di BRSU Tabanan dengan kondisi penurunan kesadaran. Karena reaktif ia kemudian dirawat di ruang isolasi, namun beberapa jam setelahnya dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya, petugas medis mengambil swab warga tersebut dan tinggal menunggu hasilnya. Pasca kejadian tersebut, hasil koordinasi GTPP Tabanan mengingat dengan kondisi saat ini proses penguburan diputuskan protap penanganan Covid 19 untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan. Pelaksanaan penguburan dilaksanakan oleh enam orang petugas dan sebelumnya pihak keluarga juga sudah menyiapkan liang kuburnya.

"Pasien tersebut tiba di BRSU Tabanan sekitar pukul 18.00 Wita dalam keadaan penurunan kesadaran dan sesak berat. Pasien juga ada riwayat sesak yang dikeluhkan sejak tiga hari kemudian memberat sejak pagi (Sabtu) dan mengalami batuk sejak seminggu serta mengalami demam sejak 11 hari lalu. Ia kemudian sempat berobat ke poliklinik RS Swasta kemudian rapid tes hasilnya reaktif dan dirujuk ke isolasi," jelas Dirut BRSU Tabanan, dr Nyoman Susila seizin Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tabanan yang juga Sekda Tabanan, I Gede Susila, Minggu (14/6).

dr Susila melanjutkan, setelah masuk ke ruang isolasi, dilakukan penanganan dengan resusitasi dan dikonsultasikan ke spesialis paru dan anastesi. Hanya saja, kondisi pasien tersebut terus menurun, dan beberapa menit kemudian tidak tertolong atau dinyatakan meninggal dunia pukul 19.00 Wita.

"Setelah itu kami langsung melaporkan ke gugus tugas, perintah dilakukan swab dan sudah dilakukan. Saat ini tinggal menunggu hasil swab pasien tersebut dan masih belum bisa dipastikan penyebab meninggalnya," tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data peta sebaran Covid 19 Kabupaten Tabanan, total pasien positif di Tabanan yang sedang menjalani perawatan sebanyak 14 orang. Selain itu juga jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 15 orang.(mpa)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved