Corona di Bali

Siapkan Screening Berlapis, Sekda Dewa Indra Ajak Kabupaten/Kota Bersinergi Jaga Pintu Masuk Bali

Guna meminimalisasi risiko penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dari luar Bali, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Gugus

Dokumentasi Pemprov Bali
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra memimpin Rapat Evaluasi Screening Pintu Masuk Gilimanuk secara virtual melalui aplikasi zoom dari Denpasar, Senin (15/5/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Guna meminimalisasi risiko penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dari luar Bali, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, telah berupaya menjaga secara ketat pintu masuk Bali, terutama dari pelabuhan Gilimanuk.

“Selama ini, tugas tersebut kita laksanakan dari Pemprov dan Kabupaten Jembrana saja, karena dinilai kurang kondusif, maka kami mengajak jajaran kabupaten/kota untuk ikut berpartisipasi menjaga pintu masuk Bali,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat memimpin Rapat Evaluasi Screening Pintu Masuk Gilimanuk secara virtual melalui aplikasi zoom, Denpasar, Senin (15/5/2020).

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali itu menegaskan keinginannya agar membuat screening secara berlapis.

Hal itu dilakukan karena setelah dievaluasi, penjagaan yang hanya di pintu masuk Gilimanuk saja oleh Pemprov yang bekerja sama dengan Pemkab Jembrana, kurang efektif.

Setujui Ranperda RPIP, DPRD Bali Akomodasi Usulan Koster Soal Pembangunan Industri Kendaraan Listrik

Update Covid-19 di Bali 15 Juni, Total Positif 760 Orang, Sembuh 502 Orang

Terjadi Keanehan pada Mesin, Ini Penjelasan Lengkap KSAU soal Penyebab Pesawat Tempur Jatuh di Riau

“Saya ingin penjagaan ini bisa berlapis-lapis. Pendatang itu tidak hanya dicek di pintuk masuk, tapi juga di kabupaten Tabanan, Buleleng, Badung dan Denpasar juga,” jelas mantan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu.

Menurutnya, jika penjagaan sudah berlapis maka bisa meminimalisasi celah para pendatang itu lolos dari pengecekan.

Dewa Indra meyakini jika sinergi ini berjalan, maka celah para pendatang lolos ke Bali bisa diperkecil hingga tinggal 20 persen saja.

“Ini angka yang bicara, selama ini mungkin petugas kita cukup kewalahan juga mendata di pintu masuk. Sehingga sinergi dari kabupaten/kota sangat bermanfaat,” jeasnya.

Dewa Indra juga tegaskan, bahwa syarat mutlak para pendatang untuk memasuki Bali adalah hasil tes cepat (rapid test) dengan hasil yang non reaktif.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved