Breaking News:

Terdakwa Disebut Tak Berniat Menganiaya Novel Baswedan

Tim Divisi Hukum Polri menyatakan dakwaan jaksa kepada kedua terdakwa adalah tidak terbukti.

ANTARA FOTO/ABDUL WAHAB
Novel Baswedan Geli Dirinya Disebut Pengkhianat: Ini Lelucon Apalagi 

Terdakwa Disebut Tak Berniat Menganiaya Novel Baswedan

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Dua anggota Polri yang menjadi terdakwa penyiraman air keras penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, menyatakan tak berniat melakukan penganiayaan berat terhadap Novel.

Hal itu disampaikan dalam nota pembelaan atau pleidoi terdakwa yang dibacakan penasihat hukum dari Divisi Hukum Polri, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jakarta, Senin (15/6/2020).

Dalam sidang ini, majelis hakim, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasihat hukum terdakwa hadir di ruang sidang.

Sementara, kedua terdakwa mengikuti persidangan dari Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, melalui telekonferensi video.

Tim Divisi Hukum Polri yang diketuai Rudy Heriyanto Adi Nugroho, menyatakan dakwaan jaksa kepada kedua terdakwa adalah tidak terbukti.

Menurut mereka, tuntutan satu tahun penjara dari jaksa terhadap kedua anggota Polri itu tidak didasarkan pada fakta-fakta persidangan.

"Kami menyayangkan dalam tuntutan tidak memperhatikan fakta di persidangan," ujarnya.

Dia menyatakan penyiraman air keras yang menyasar Novel pada 11 April 2017 lalu karena didasari rasa benci pribadi terdakwa Rahmat Kadir Mahulette karena Novel dinilai telah mengkhianati institusi Polri.

"Perbuatan didorong rasa benci pelaku. Penyiraman dipicu kebencian terdakwa kepada korban yang tidak menjaga jiwa korsa. Sikap patriotik terdakwa merasa tercabik. Terdakwa ingin memberi pelajaran kepada saksi korban," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved