Antisipasi Insiden Penyalahgunaan Senpi, Senjata dan Kejiwaan Personel Polres Klungkung Diperiksa

Insiden penyalahgunaan senjata api yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, membuat Kapolres Klungkung melakukan pemeriksaan senpi anggotanya

Polres Klungkung
Kapolres Klungkung AKBP Bima Aria Viyasa melakukan pemeriksaan senjata api (senpi) milik anggotanya, di halaman Mapolres Klungkung, Klungkung, Bali, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Beberapa insiden penyalahgunaan senjata api yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, membuat Kapolres Klungkung AKBP Bima Aria Viyasa melakukan pemeriksaan senjata api (senpi) milik anggotanya, Rabu (17/6/2020).

Pemeriksaan senjata api tersebut, dilaksanakan di halaman Mapolres Klungkung, dengan didampingi Kasubbag Logistik Polres Klungkung AKP I Made Bargawa.

Kapolres Klungkung AKBP Bima Aria Viyasa mengatakan, pemeriksaan fisik senjata api merupakan upaya menangkal pelanggaran disiplin yang bisa saja dilakukan personel kepolisian.

Menurutnya, hal ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut beberapa insiden penyalahgunaan senjata api di daerah lain, dan ia tidak ingin peristiwa itu terjadi di wilayah hukumnya.

“Oleh sebab itulah pemeriksaan untuk pengawasan penggunaan senjata api kepada anggota harus dilakukan secara rutin maupun insidentil," tegas Bima Aria.

Pemeriksaan yang dilakukan melingkupi keadaan fisik senjata api milik anggota.

Termasuk mengecek apakah Surat Izin Pemegang Senpi (SIPS) anggota masih berlaku atau sudah kadaluarsa.

Jika SIPS sudah tidak berlaku, anggota tidak diperkenankan membawa senjata tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan, secara keseluruhan senpi yang dipegang anggota dalam keadaan baik dan dilengkapi dengan surat izin pemegang senjata api dan masih berlaku. Sementara belum ada senjata yang bermasalah," jelasnya.

Selain pengecekan senjata api, anggota yang mempunyai surat sebagai bukti sah memegang alat negara tersebut, juga mengikuti pemeriksaan kejiwaan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan anggota kepolisian secara mental masih aman untuk dibekali senjata api.

“Kami lakukan ini agar anggota yang pegang senjata tidak salah dalam menggunakan,” ungkap Bima Aria.

(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved