Corona di Bali

Cegah Transmisi Lokal Covid-19, Pasar Bitra di Gianyar Dijaga Pecalang Mulai Pukul 04.00 Wita

Apabila ditemui pengunjung yang tak memakai masker, Pecalang yang bertugas akan memberikan masker dan juga peringatan kepada pengunjung.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Pecalang Desa Adat Bitra secara bergiliran melakukan penjagaan di kawasan Pasar Bitra, Gianyar, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Semakin meningkatnya penyebaran  Covid-19 lewat transmisi lokal

Pecalang Desa Adat Bitra secara bergiliran melakukan penjagaan terutama di kawasan Pasar Bitra, Gianyar, Rabu (17/6/2020).

Pecalang berjaga di pintu masuk pasar memeriksa setiap pengunjung  yang akan memasuki pasar diperiksa menggunakan thermo gun untuk mendeteksi suhu tubuh pengunjung.

Apabila ditemui pengunjung yang tak memakai masker, Pecalang yang bertugas akan memberikan masker dan juga peringatan kepada pengunjung.

Dewan Tabanan Dorong Perusda Tetap Eksis dan Berkembang: Kami Tak Ingin Ada PDDS Jilid IV

Gelandang Persija dan Bali United Latihan Bareng di Gelora Trisakti Legian

Satu Unit Mobil Truk Terbakar di Kompleks Gudang Kantor Dishub Denpasar

Ada pula yang diminta untuk balik pulang  mengambil masker ke rumahnya.

Dewa Gede Karang, Ketua Pecalang Bitra mengatakan anggota pecalang desa adat Bitra terdiri dari 5 banjar secara begiliran berjaga mulai dari jam 4 subuh, sampai pukul 10.00 Wita, dan dilanjutkan pukul 16. 00 Wita hingga 01. 00 Wita untuk melakukan ronda  pengecekan di wilayah Bitra.

Sedangkan Ketua satgas Covid-19 Desa Bitra, Ketut Sulatra  mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan satgas covid 19 di desa adat Bitra bersama pecalang, prajuru adat bendesa, dan pemuda juga ikut terlibat dalam pencegahan covid 19 ini.

 "Sampai saat ini kawasan kami masih 0 dari kasus transmisi lokal, maka dari itu pasar yang merupakan tempat yang rawan dari penularan, kita tingkatkan protokol kesehatan seperti menyiapkan tempat cuci tangan dan juga pengecekan suhu tubuh yang dilakukan oleh pecalang" katanya.

Bendesa I Nyoman Sumatra menambahkan pencegahan yang dikakukan di Desa Adat Bitra secara bergotong rorong dilakukan bersinergi dengan masyarakat  yang berkompeten seperti dokter dan perawat. 

Bahkan inisiatif sekaa pesantian pun ikut membantu dalam memberi imbauan dengan kerifan lokal seperti membuat kekawin berbahasa Bali tentang pencegahan kovid-19 yang sudah direkam oleh pemuda yang kreatif dan setiap hari diputar dengan menggunakan loud Speaker.

“Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan provinsi, dari sekala dan niskala sudah kita lakukan, pendataan kepada penduduk pendatang, peran serta dari masyarakat juga sangat membantu, seperti donasi dari yayasan  dan sejumlah warga setempat sangat membantu meringankan dampak dari pandemi ini,” terangnya.

Ia juga menegaskan pecalang yang bertugas tidak dibayar, hanya diberi konsumsi saja.

PLN Peduli Salurkan Bantuan Senilai Rp 14 Miliar Tangani Covid-19

Gianyar Tunggu Arahan Gubernur Bali Soal Pembukaan Destinasi Wisata

Meski Belum Dibuka, Monkey Forest Ubud Sudah Siapkan Protokol Kesehatan

“Dan respon masyarakat sangat bagus karena ini untuk kepentingan bersama,” tuturnya.(*)

Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved