Dewa Candra 3 Minggu Tidak Bisa Produksi Garam, Lahan Penggaramannya Hancur Diterjang Ombak

Tiga minggu sudah ia tidak bisa membuat garam, karena ladang pertaniannya hancur lebur setelah diterjang ombak tinggi

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
I Dewa Candra saat ditemui di gubug penggaramannya yang masih hancur di pesisir Pantai Karangdadi, Kusamba, Rabu (17/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - I Dewa Candra sedang duduk termenung saat ditemui di gubug penggaramannya di pesisir Pantai Karangdadi, Kusamba, Klungkung, Bali, Rabu (17/6/2020).

Tiga minggu sudah ia tidak bisa membuat garam, karena ladang pertaniannya hancur lebur setelah sempat diterjang ombak tinggi.

Dewa Candra lalu berdiri di sisa-sisa puing gubuk penggaramanya yang telah hancur.

Ia berencana memindahkan gubuknya menjauh dari pesisir.

Bahkan ia sudah menebang pepohonan di sekitar pesisir agar bisa segera membangun gubuk dan lahan penggaraman di tempat yang labih aman.

"Menebang pohon ini aja saya bayar sampai Rp 1 juta. Sekarang saya tidak bisa merapikan sisa tebangan pohon ini sendiri. Harus bersih dulu, baru bisa dibuat tempat membuat garam," ungkap Dewa Chandra.

Meskipun tubuhnya sudah renta, ia tetap berusaha merapikan sisa-sisa tebangan pohon seorang diri.

Satu persatu dahan dan batang pohon berukuran besar ia pindahkan.

Meskipun seringkali ia harus berhenti, untuk menghela nafas karena kelelehan.

Ia pun berharap pemerintah bisa memberikan bantuan alat berat, agar ia bisa segera membersihkan sisa-sisa tebangan pohon tersebut.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved