Gek Atu Bisnis Online Makanan Kering Khas Jembrana

Gek Atu, biduanita Bali melebarkan sayapnya dengan membuka bisnis online makanan kering

Tribun Bali/Noviana Windri
Gek Atu dan bisnis makanan kering Khas Jembrana berlabel 'GA'. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gek Atu, biduanita Bali melebarkan sayapnya dengan membuka bisnis online makanan kering.

Kesuksesannya di blantikan musik Bali tak membuat Gek Atu merasa puas, ia mencoba merambah bisnis online makanan kering asal kelahirannya.

Makanan kering khas Negara, Jembrana, yaitu pedetan dan kacang serundeng lalah manis dengan label 'GA'.

Wanita berparas cantik ini memulai bisnis online sekitar tahun 2007, dan mulai fokus makanan kering pada 2018.

"Intinya sih, karena gak bisa masak jadi jualan yang tinggal goreng saja dan awet juga. Selain itu juga karena makanan khas Negara dan pedetan ini dikenal sebagai makanan desa. Setelah coba jualan, ternyata banyak konsumen yang pesan dua makanan ini," jelasnya.

Pedetan adalah olahan dari ikan kering dengan bumbu khas tradisional Bali.

Gek Atu menjelaskan, pedetan yang ia jual terbuat dari ikan pilihan yang tidak membuat gatal di lidah.

Harga pedetan isi 18 ikan Rp 30 rb/bungkus.

Sedangkan, kacang serundeng lalah manis Rp 20 ribu/¼ kilogram dan Rp 35 ribu/½ kilogram.

Untuk pemesanan, Gek Atu melayani via online melalui WhatsApp 087861582585 atau Facebook Dolir Atu dan Karawista Bali.

(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved