Laris Manis! Gek Atu Kebanjiran Order Kacang Serundeng Lalah Manis di Tengah Pandemi Covid-19

Meski masih ada wabah Covid-19, Gek Atu kebanjiran order pesanan kacang serundeng lalah manis

Tribun Bali/Noviana Windri
Gek Atu dan bisnis makanan kering Khas Jembrana berlabel 'GA' 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gek Atu, biduanita Bali melebarkan sayapnya dengan membuka bisnis online makanan kering.

Kesuksesannya di belantikan musik Bali tak membuat Gek Atu merasa puas, ia mencoba merambah bisnis online makanan kering asal tanah kelahirannya.

Makanan kering khas Negara, Jembrana yaitu pedetan dan kacang serundeng lalah manis dengan label 'GA'.

Meski masih ada wabah Covid-19, ia kebanjiran order pesanan kacang serundeng lalah manis.

"Astungkara saat pandemi ini laris manis. Sekarang yang lagi kenceng kacang serundeng lalah manisnya," ungkapnya.

Jika sebelum pandemi, pesanan pedetan bisa mencapai 50 bungkus.

Namun, saat pandemi hanya mendapatkan pesanan sekitar 20 bungkus.

Sementara, pesanan kacang serundeng lalah manis tidak menentu.

Dalam seminggu bisa memproduksi sebanyak 20 kilogram.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved