Terhalang Wabah Covid-19, Vaksinasi Anjing Baru 2.66 Persen

Sejak April hingga saat ini, Dinas Pertanian Buleleng sudah melakukan vaksinasi rabies terhadap 1.754 ekor anjing

Tribun Bali/dwi suputra
Ilustrasi rabies 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Sejak April hingga saat ini, Dinas Pertanian Buleleng sudah melakukan vaksinasi rabies terhadap 1.754 ekor anjing, atau sekitar 2.66 persen dari total populasi anjing liar yang ada di Buleleng.

Vaksinasi ini menjadi program tetap yang dilakukan oleh Dinas Pertanian ditengah wabah virus corona atau covid-19 ini.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta mengatakan, vaksinasi ini tetap dilakukan, sebagai upaya untuk menekan terjadinya kasus rabies di Buleleng.

Mengingat saat ini tercatat sudah ada enam kasus gigitan anjing rabies yang terjadi di Bumi Panji Sakti. Namun demikian, Sumiarta menyebut Buleleng masih berada diperingkat ke empat kasus gigitan anjing rabies, setelah Karangasem, Klungkung dan Bangli.

“Tahun ini vaksinasi tetap jalan. Petugas dilapangan sudah bergerak sejak April. Hanya saja pergerakannya agak lamban, karena petugas juga harus melaksanakan protokol kesehatan,. Jadi yang turun ke masing-masing kecamatan hanya lima orang,” katanya, Rabu (17/6).

Sumiarta pun menargetkan, jumlah anjing liar yang divaksin tahun ini harus mencapai 70 persen, dari jumlah populasinya sebanyak 109.528 ekor, yang tersebar merata di sembilan kecamatan yang ada di Buleleng. Sementara yang sudah terealisasi baru 1.754 ekor.

“Tahun lalu target kita 87.91 persen. Tahun ini menurun karena kondisi pandemik covid-19 ini. Namun kami tetap maksimalkan pelayanan vaksin rabies ini dengan dibuka di kantor. Jadi masyarakat bisa membawa anjingnya ke kantor kami untuk divaksin, selain pergerakan petugas di kecamatan,” terangnya.

Saat ini, Sumiarta menyebut kasus gigitan anjing rabies di Buleleng menurun dari tahun sebelumnya. Dimana, pada 2019 lalu gigitan anjing rabies tembus mencapai 31 kasus hingga membawa Buleleng sempat berada diperingkat ke dua di Bali setelah Karangasem. Namun ditahun ini, kasus gigitan anjing rabies baru terjadi enam kasus. “Penurunan ini bisa dipengaruhi oleh pandemi, aktivitas dan akses keluar masuk masyarakat dibatasi,” jelasnya. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved