Corona di Indonesia

Kemenparekraf Sebut Daerah Tujuan Wisata Ini Paling Terdampak Pandemi Covid-19, Salah Satunya Bali

Berdasarkan Data Kementerian Pariwisata, hingga pekan kedua April juga mencatat sebanyak 180 destinasi dan 232 desa wisata di Indonesia ditutup

Pixabay
Ilustrasi. Wisatawan berlibur di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebut daerah-daerah tujuan wisata yang paling merasakan penurunan jumlah kunjungan wisatawan yaitu Manado, Bali dan Batam.

Berdasarkan Data Kementerian Pariwisata, hingga pekan kedua April juga mencatat sebanyak 180 destinasi dan 232 desa wisata di Indonesia ditutup.

Sementara berdasarkan data PHRI, industri pariwisata telah mengalami kehilangan potensi pendapatan dari wisatawan asing sekitar US$ 4 miliar atau setara dengan Rp 60 triliun sejak Januari 2020 hingga April 2020 akibat wabah Corona dari pasar domestik sektor Hotel kehilangan potensi penerimaan sekitar Rp 30 triliun.

Adapun BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari sampai Februari 2020 hanya 2,6 juta orang atau turun 11,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Jet Tempur China Dekati Wilayah Udara Taiwan, Hubungan Kedua Negara Kembali Memanas

Tabanan Tambah 4 Kasus Positif Covid-19, Merupakan Keluarga dari Dokter yang Sudah Terpapar

Gantikan Nyoman Suwarjoni Astawa, Adi Priyanto Ditunjuk sebagai GM PLN Bali

Kunjungan sepanjang Februari secara tahunan bahkan anjlok 28,85%.

Pada saat yang sama tingkat keterisian kamar hotel klasifikasi bintang rata-rata hanya 49,2%.

Kondisi saat ini tingkat hunian untuk Hotel mendekati nihil dan restoran juga mengalami hal yang sama berdasarkan data PHRI pada 21 April 2020 sedikitnya 1674 hotel dan 353 restoran atau tempat hiburan berhenti beroperasi.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf Henky Hotman Parlindungan mengatakan, dampaknya beberapa Hotel telah memberhentikan pekerja harian dan melakukan cuti di luar tanggungan perusahaan bagi pekerja kontrak dan pekerja tetap melakukan waktu kerja secara bergiliran.

 "Bagi hotel dan restoran hal ini dilakukan perusahaan agar cash flow tetap terjaga," kata Henky saat konferensi virtual, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, 75 juta pekerja di industri perjalanan dan pariwisata sedunia rentan terdampak.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved