Gerhana Matahari Cincin Besok 21 Juni 2020 Bisa Dilihat di Bali Mulai Pukul 16.03 Wita

Di Bali sendiri, Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 terjadi mulai pukul 16.03 Wita, puncaknya pukul 16.24 Wita, dan berakhir pukul 16.44 Wita

Pixabay
Ilustrasi gerhana matahari cincin. 

TRIBUN-BALI.COM - Gerhana Matahari Cincin akan terjadi Minggu besok 21 Juni 2020.

Gerhana Matahari Cincin akan terlihat sebagai Gerhana Matahari Sebagian di Indonesia.

Di Bali sendiri, Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 terjadi mulai pukul 16.03 Wita.

Lalu, puncak Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 di Bali pukul 16.24 Wita, dan berakhir pukul 16.44 Wita.

Waktu Terjadinya Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 di 31 provinsi wilayah Indonesia.

Berdasarkan data astronomis, berikut data terjadinya Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 di 31 provinsi wilayah Indonesia.

  1. Aceh, mulai 13.16 WIB, puncak gerhana 14.40 WIB, dan gerhana berakhir 15.48 WIB.
  2. Sumatera Utara, mulai 13.37 WIB, puncak gerhana 14.48 WIB, dan gerhana berakhir 15.48 WIB.
  3. Sumatera Barat, mulai 14.03 WIB, puncak gerhana 14.54 WIB, dan gerhana berakhir 15.37 WIB.
  4. Riau, mulai 13.53 WIB, puncak gerhana 14.57 WIB, dan gerhana berakhir 15.50 WIB.
  5. Bengkulu, mulai 14.29 WIB, puncak gerhana 14.59 WIB, dan gerhana berakhir 15.21 WIB.
  6. Jambi, mulai 14.16 WIB, puncak gerhana 15.00 WIB, dan gerhana berakhir 15.44 WIB.
  7. Kepulauan Riau, mulai 14.00 WIB, puncak gerhana 15.06 WIB, dan gerhana berakhir 16.12 WIB.
  8. Sumatera Selatan, mulai 14.31 WIB, puncak gerhana 15.04 WIB, dan gerhana berakhir 15.36 WIB.
  9. Lampung, mulai 14.41 WIB, puncak gerhana 15.07 WIB, dan gerhana berakhir 15.33 WIB.
  10. Bangka Belitung, mulai 14.25 WIB, puncak gerhana 15.10 WIB, dan gerhana berakhir 15.51 WIB.
  11. Indramayu Jawa Barat, mulai 15.11 WIB, puncak gerhana 15.14 WIB, dan gerhana berakhir 15.16 WIB.
  12. Jawa Tengah, mulai 14.59 WIB, puncak gerhana 15.18 WIB, dan gerhana berakhir 15.38 WIB.
  13. Jawa Timur, mulai 14.57 WIB, puncak gerhana 15.21 WIB, dan gerhana berakhir 15.48 WIB.
  14. Kalimantan Barat, mulai 14.13 WIB, puncak gerhana 15.17 WIB, dan gerhana berakhir 16.14 WIB.
  15. Kalimantan Tengah, mulai 14.26 WIB, puncak gerhana 15.22 WIB, dan gerhana berakhir 16.14 WIB.
  16. Kalimantan Selatan, mulai 15.32 Wita, puncak gerhana 16.25 Wita, dan gerhana berakhir 17.11 Wita.
  17. Kalimantan Timur, mulai 15.20 Wita, puncak gerhana 16.26 Wita, dan gerhana berakhir 17.23 Wita.
  18. Kalimantan Utara, mulai 15.15 Wita, puncak gerhana 16.25 Wita, dan gerhana berakhir 17.25 Wita.
  19. Bali, mulai 16.03 Wita, puncak gerhana 16.24 Wita, dan gerhana berakhir 16.44 Wita.
  20. Nusa Tenggara Barat, mulai 15.59 Wita, puncak gerhana 16.27 Wita, gerhana berakhir 16.56 Wita.
  21. Nusa Tenggara Timur, mulai 15.53 Wita, puncak gerhana 16.27 Wita, dan gerhana berakhir 17.10 Wita.
  22. Sulawesi Barat, mulai 15.31 Wita, puncak gerhana 16.29 Wita, dan gerhana berakhir 17.20 Wita.
  23. Sulawesi Selatan, mulai 15.35 Wita, puncak gerhana 16.30 Wita, dan gerhana berakhir 17.19 Wita.
  24. Sulawesi Tengah, mulai 15.26 Wita, puncak gerhana 16.30 Wita, dan gerhana berakhir 17.25 Wita.
  25. Sulawesi Tenggara, mulai 15.38 Wita, puncak gerhana 16.32 Wita, dan gerhana berakhir 17.18 Wita.
  26. Gorontalo, mulai 15.28 Wita, puncak gerhana 16.31 Wita, dan gerhana berakhir 17.26 Wita.
  27. Sulawesi Utara, mulai 15.24 Wita, puncak gerhana 16.32 Wita, dan gerhana berakhir 17.31 Wita.
  28. Maluku Utara, mulai 16.29 WIT, puncak gerhana 17.34 WIT, dan gerhana berakhir 18.30 WIT.
  29. Maluku, mulai 16.39 WIT, puncak gerhana 17.35 WIT, dan gerhana berakhir 18.26 WIT.
  30. Papua Barat, mulai 16.34 WIT, puncak gerhana 17.36 WIT.
  31. Papua, mulai 16.36 WIT, puncak gerhana 17.37 WIT.

Imbauan menggelar Salat Gerhana Matahari senada dengan imbauan Kementerian Agama (Kemenag).

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin meminta umat Islam yang daerahnya mengalami gerhana dan aman Covid-19 untuk menggelar Salat Gerhana atau Salat Kusuf.

"Kami imbau kaum muslim pada daerah yang mengalami gerhana dan aman Covid-19, untuk menggelar Salat Sunnah Gerhana sesuai tuntunan syariah, tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya, dikutip dari situs Kemenag.

Kamaruddin juga mengatakan, Salat Gerhana matahari dapat dilakukan berjamaah di masjid atau rumah.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved