Corona di Bali

Tinjau Pelabuhan Gilimanuk, Sekda Bali Pastikan Kebijakan Rapid Test Mandiri Terlaksana dengan Baik

“Peninjauan kali ini untuk melihat langsung bagaimana situasi terkini di Pelabuhan Gilimanuk setelah Gugus Tugas (penanganan covid-19)

Istimewa/Dokumentasi Pemprov Bali
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra meninjau langsung perkembangan terbaru terkait penanganan dan pengamanan arus masuk Bali melalui pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra untuk kesekian kalinya meninjau langsung perkembangan terbaru terkait penanganan dan pengamanan arus masuk Bali melalui pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

“Peninjauan kali ini untuk melihat langsung bagaimana situasi terkini di Pelabuhan Gilimanuk setelah Gugus Tugas (penanganan covid-19) melakukan update kebijakan, khususnya mengenai pelayanan rapid test,” jelas Sekda Dewa Indra melalui siaran pers yang diterima Tribun Bali, Sabtu (20/6/2020) malam.

Sekda menjelaskan setelah sebelumnya Gugus Tugas mengambil kebijakan untuk menyediakan layanan rapid test khususnya dalam masa arus balik lebaran, kini para pelintas daerah wajib melakukan rapid test secara mandiri. Setelah membawa surat keterangan rapid test dengan hasil non-reaktif, pelaku perjalanan nantinya diperbolehkan masuk Bali.

"Sekarang di pelabuhan Ketapang saja ada 2 layanan untuk rapid test. Dulu kan tidak ada. Sekarang juga arus balik lebaran sudah selesai dan sudah sewajarnya kita ambil kebijakan (rapid test mandiri) tersebut,” tegas Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan covid-19 Bali ini.

Ngurah Bob Kreatif Buat Layangan Celepuk Berbagai Karakter Gambar, Ukurannya Bisa Hingga 3,8 Meter

Seorang Pasien Positif Covid-19 Meninggal, Denpasar Tambah 23 Kasus Baru

Makan Terlalu Malam Rentan Naikkan Berat Badan dan Kadar Gula Darah, Ini Penjelasannya

Sementara mengenai ketersediaan alat untuk rapid test, Dewa Indra menyebutkan bahwa kebutuhan Bali antara antara 1.500 sampai 2.000 kit setiap harinya di pintu-pintu masuk Bali.

Jumlah itu khusus untuk melayani angkutan logistik sebelum adanya kebijakan untuk melaksanakan rapid test secara mandiri bagi para pelintas daerah.

“Setelah kita prakondisikan sejak lama, sosialisasi masif, mendorong pelayanan rapid test dan lainnya, maka kita ambil kebijakan yakni semua yang masuk Bali harus melakukan rapid test secara mandiri,” tutur birokrat asal Pemaron, Kabupaten Buleleng ini.

Dalam kunjungannya yang didampingi oleh beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) itu, Sekda Dewa Indra juga melihat alur pengecekan kelengkapan administrasi kependudukan bagi pelaku perjalanan yang diperlukan sebelum memasuki Bali.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, selain memperlihatkan surat keterangan rapid test non-reaktif, para pendatang juga diwajibkan membawa data kependudukan, surat keterangan kerja, keterangan penjamin serta wajib mengisi aplikasi cek diri yang nantinya akan memantau keberadaan orang tersebut selama berada di Bali.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved