Corona di Bali
Transmisi Lokal Meningkat, Bupati Tutup Pasar Terbesar di Klungkung
Saya tidak berpikir kehilangan pendapatan pasar atau bagaimana, tapi kami tidak boleh biarkan situasi ini terus terjadi,"
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Mengingat pasar Galiran menjadi pusat peredaran kebutuhan pokok masyarakat Klungkung, bila sangat perlu ia mengimbau masyarakat untuk mulai persiapkan isi dapur untuk kebutuhan tiga hari kedepan.
Ruang Perawatan Darurat
Hingga Jumat (19/6/2020) kemarin, warga yang positif Covid-19 di Klungkung mencapai 78 orang.
Melihat penambahan yang signifikan, pihak RSUD Klungkung pun diminta menambah kapasitas ruang isolasi khusus pasien Covid-19.
"Tadi kami sudah koordinasi dengan pihak RSUD Klungkung. Telah disiapkan ruangan tambahan yang berkapasitas sekitar 20 tempat tidur," ungkap Suwirta.
Dirut RSUD Klungkung dr I Nyoman Kesuma mengungkapkan, saat ini ruang perawatan pasien Covid-19 di RSUD Klungkung memanfaatkan tiga ruangan.
Yakni ruang isolasi basement, ruang kedongdong, dan ruang jambu, dan semuanya sejauh ini masih mencukupi.
Pihaknya juga telah menyiapkan ruang isolasi darurat jika ada lonjakan kasus positif Covid-19 yang signifikan.
"Di sisi timur basement, kita ubah menjadi ruang perawatan darurat untuk pasien Covid-19. Ruangan itu bisa menampung sekitar 20 pasien," jelasnya.
Klaster Baru
Pasar Galiran, Klungkung, kini turut menjadi klaster baru Covid-19 di Bali.
Sebelumnya, sejumlah pasar-pasar tradisional di beberapa daerah lainnya di Bali juga menjadi tempat penyebaran virus Corona ini.
Mulai dari Pasar Bondalem, Buleleng, hingga Pasar Kumbasari, Denpasar
Muncul kasus Covid-19 di pasar-pasar ini menyebabkan lonjakan transmisi lokal di Bali.
Bahkan, sejak 4 Juni lalu jumlah kasus transimisi lokal sudah melampuai jumlah kasusu imported case yang dibawa oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasar-galiran-klungkung.jpg)