Pasar Galiran Mulai Ditutup, Klungkung Kehilangan Rp 20 Juta Per Hari

Pemkab Klungkung mengambil langkah menutup Pasar Galiran menyusul tingginya angka kasus transmisi lokal Covid- 19 di pasar tersebut.

tribun bali/ eka mita suputra
Situasi Pasar Galiran Klungkung, Minggu (21/6/2020) menjelang penutupan. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemkab Klungkung menutup operasional Pasar Galiran mulai Senin (22/6/2020) sampai Rabu (24/6/2020) buntut tingginya kasus transmisi lokal Covid- 19 di lokasi tersebut.

Penutupan ini akan membuat Pemkab kehilangan retribusi sekitar Rp 20 juta per hari.

“Salah satu konsekuensi dari penutupan pasar ini, memang berkurangnya pendapatan ke daerah," ungkap Kepala UPT Pasar Klungkung Komang Sugianta, Minggu (21/6/2020).

Ia menjelaskan, dalam sehari rata-rata Pasar Galiran menyumbangan pemasukan daerah sekitar Rp 12 sampai Rp 15 juta.

Jika ditambah dengan retribusi parkir di Pasar Galiran, pemasukan ke daerah rata-rata Rp 20 juta perharinya.

"Sesuai kata bupati beberapa hari lalu, lebih baik kami kehilangan retribusi, daripada mengeluarkan biaya lebih besar bila banyak masyarakat yang terinfeksi Covid- 19," jelas Sugianta.

Menjelang penutupan, Minggu (21/6/2020) terjadi peningkatan pengunjung di pasar terbesar di Klungkung tersebut.

Rata-rata mereka berbelanja untuk memenuhi kebutuhan selama pasar ditutup, atau menghabiskan sisa barang dagangan seperti sayur dan buah.

“Dua hari belakangan, peningkatan pengunjung di Pasar Galiran rata-rata sekitar 30 persen. Memang lebih ramai dari pada biasanya, termasuk pedagang bermobil. Jika biasanya sehari ada 150 pedagang bermobil di Pasar Galiran, dua hari ini sampai 200 pedagang bermobil," jelas Sugianta.

Pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi ke pedagang maupun pengunjung terkait rencana penutupan pasar ini.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved