Pedagang Ayam Potong Pinggir Jalan di Sesetan Denpasar Diwajibkan Masuk Pasar

Pedagang daging ayam potong yang beraktivitas di pinggir jalan wilayah Kelurahan dan Desa Adat Sesetan diwajibkan untuk masuk berjualan di pasar

Istimewa
Lurah Sesetan, Denpasar Selatan, Tut Karyawati memberikan sosialisasi kepada pedagang ayam potong di Lingkungan Alas Arum, Sesetan, Denpasar Selatan, Bali belum lama ini. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pedagang daging ayam potong yang beraktivitas di pinggir jalan wilayah Kelurahan dan Desa Adat Sesetan, Denpasar, Bali, diwajibkan untuk masuk berjualan di pasar-pasar tradisional di sekitar.

Hal ini demi mengutamakan aspek keamanan dan kesehatan baik pedagang, pembeli dan daging ayam potong.

Seperti disampaikan Kepala Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan Ketut Sri Karyawati kepada Tribun Bali, Minggu (21/6/2020) siang ini.

Meskipun jumlahnya tidak signifikan, tapi para pedagang ayam potong ini menjadi perhatian khusus karena terus bermunculan.

AC Milan Tercecer ke Peringkat 9, Makin Berat Lolos ke Kompetisi Antarklub Eropa Musim Depan

Petani Asal Besakih Curi HP Pemedek di Sekitar Area Pura Besakih

Ramalan Zodiak 21-27 Juni 2020, Gemini Perlu Menerapkan Gaya Hidup Sehat, Bagaimana dengan Zodiakmu?

Pihak kelurahan berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan Banjar Adat untuk mendata kemunculan pedagang ayam potong.

"Pedagang ayam potong diwajibkan masuk ke pasar dan berjualan di pasar, tidak di pinggir jalan, demi kesehatan, keamanan dan daging tidak terpapar debu, virus, bakteri," ujarnya.

Dengan berjualan di pasar, maka akan selalu mendapat binaan dan monitoring dari Disperindag dan Dinas Peternakan.

Sehingga pedagang mendapat kontrol termasuk dalam hal kaitannya dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Seharusnya berjualan di pasar, ada binaan Disperindag dan Dinas Peternakan, seperti tau daging mana yang sehat mana yang tidak dan lain sebagainya, akan termonitor," katanya.

Para pedagang ayam potong pinggir jalan diarahkan untuk berjualan di Pasar Suwung Batan Kendal atau pasar tradisional lainnya di Kawasan Sesetan.

"Kami minta agar berniaga di pasar, supaya lebih terpantau, aman, bersih dan terjaga tidak rentan dan tidak berisiko, kan memang orang berjualan daging ayam ya di pasar, kalau tidak begitu tidak ada pemantauan" ujarnya.

Sementara itu, Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha menyampaikan, masyarakat maupun pedagang tidak perlu khawatir beraktivitas jual beli di pasar, namun tetap waspada dengan selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19, dengan adanya aktivitas pasar maka situasi roda perekonomian akan dapat terus berputar.

"Masyarakat diimbau untuk menaati protokol kesehatan Covid-19, memang butuh kerjasama dari semua pihak, agar sama-sama memperhatikan keamanan, keselamatan kesehatan pengunjung dan pedagang, walaupun ada klaster pasar yang penting protokol kesehatan pasar harus dipatuhi," jelasnya.(*).

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved