Corona di Bali

Tergiur Isu New Normal, Sejumlah Pedagang di Buleleng Langgar Jam Operasional

Sejumlah pedagang khususnya di wilayah Kecamatan Buleleng melanggar imbauan bupati terkait pembatasan jam operasional

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng Gede Suyasa. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sejumlah pedagang khususnya di wilayah Kecamatan Buleleng, Buleleng, Bali, mulai melanggar imbauan bupati terkait pembatasan jam operasional.

Banyak pedagang ditemukan masih berjualan di atas pukul 18.00 Wita.

Bahkan mereka terkesan bermain kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP.

Demikian diakui Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Minggu (21/6/2020).

Dikatakan Suyasa, hingga saat ini Bupati Buleleng belum mengeluarkan kebijakan baru terkait jam buka tutup pasar, warung dan toko modern.

Artinya, para pedagang hanya bisa berjualan mulai pukul 06.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita.

Namun dengan adanya isu era new normal, saat ini banyak pedagang yang mulai melanggar ketentuan tersebut.

“Isu new normal ini membuat pedagang membuka jam operasionalnya lebih panjang. Padahal kebijakan bupati sampai saat ini belum pernah berubah, masih tetap dari jam enam pagi, sampai jam enam sore,” katanya.

Suyasa pun menegaskan, Satpol PP Buleleng sejatinya sudah sering melakukan teguran kepada para pedagang yang membandel, agar mengikuti imbauan yang sudah diberikan pemerintah.

Namun teguran itu rupanya tidak membuat para pedagang jera.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved