Toko Emas Ludes Terbakar Bersama 12 Kios di Pasar Baturiti

Penasaran dengan sumber asap tersebut, Putu Antara mendekati lokasi dan ternyata terlihat api berkobar membakar kios.

dokumentasi Polres Tabanan
Kios di Pasar Baturiti, Tabanan, terbakar, Minggu (21/6/2020) dini hari. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pasar tradisional Baturiti, Tabanan, kebakaran hebat, Minggu (21/6/2020) dini hari.

Sebanyak 12 kios berukuran 3x4 meter ludes terbakar. Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Informasi yang diperoleh Tribun Bali, ada 18 kios terdampak kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.30 Wita tersebut.

Dimana 12 kios di bagian Selatan pasar, ludes terbakar. Sedangkan enam kios di bagian Utara pasar mengalami kerusakan ringan.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga, Putu Antara (39) yang baru pulang dari makemit di Pura Bale Agung Baturiti.

Ketika melewati pasar, melihat asap dari arah belakang pasar.

Penasaran dengan sumber asap tersebut, ia mendekati lokasi dan ternyata terlihat api berkobar membakar kios.

Antara kemudian menghubungi prajuru banjar setempat yang sebelumnya juga bersamaan makemit di pura. Laporan diteruskan ke pihak Kepolisian.

Sambil menunggu petugas pemadam kebakaran, warga yang ada di pura dan di sekitar pasar, menuju lokasi berusaha memadamkan api dan memindahkan barang di kios lainnya.

Beberapa saat kemudian, dua unit mobil Damkar Tabanan tiba dibantu BPBD dan warga memadamkan dan api. Sekitar pukul 04.00 Wita, api baru bisa dipadamkan.

"Ada belasan los yang ludes terbakar akibat kejadian tersebut. Penyebab masih menunggu hasil Labfor Polda Bali dan kerugian masih kita selidiki," ujar Kapolsek Baturiti, AKP Fachmi Hamdani, Minggu (21/6/2020).

Camat Baturiti, Wayan Adi Astrawan menambahkan, gedung yang terbakar merupakan bangunan lama.

Ada 12 kios seperti toko emas, toko jualan plastik, hingga warung sate ludes terbakar.

Kemudian untuk yang mengalami kerusakan ringan adalah toko alat upakara.

"Ada 12 toko yang isinya ludes terbakar semua dan 6 toko masih sementara dilakukan pengecekan. Untuk penyebab kami masih menunggu penyelidikan, namun sesuai dengan info di lapangan diperkirakan kebakaran tersebut diakibatkan karena arus pendek dari salah satu toko," jelasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved