Corona di Bali

Penyebab Transmisi Lokal Meningkat, Dewa Made Indra Harapkan Masyarakat Bali Tetap Disiplin

Jumlah kasus positif Covid-19 di Bali sebagian besar penyebabnya didominasi oleh transmisi lokal

Dokumentasi Pemprov Bali
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra memimpin rapat virtual terkait evaluasi optimalisasi pengelolaan tempat karantina, Kamis (18/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali M Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jumlah kasus positif Covid-19 di Bali sebagian besar penyebabnya didominasi oleh transmisi lokal, tercatat secara kumulatif ada 705 orang sesuai data realease Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Provinsi Bali, Minggu (21/6/2020).

Transmisi lokal merupakan penularan infeksi yang terjadi di tengah masyarakat lokal itu sendiri, keberadaan virus sudah tersebar di tengah masyarakat lokal sehingga seseorang bisa terinfeksi tanpa harus bepergian ke luar wilayah atau bertemu dengan orang asing dari luar wilayahnya.

Dengan meningkatnya transmisi lokal sebagai penyebab penularan virus Covid-19 ini, Dewa Made Indra selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Provinsi Bali mengharap masyarakat Bali tetap disiplin menjalankan aturan guna bersama-sama mencegah penyebaran infeksi virus.

Sopir di Buleleng Protes Biaya Tes Corona Mahal, Bagiarta: Upah Nyopir Habis untuk Rapid Test

Lee Min Ho Ulang Tahun Hari Ini, Intip Transformasinya dari Anak-anak hingga Jadi Aktor Terkenal

Korea Utara Akan Menyebar 12 Juta Selebaran Anti-Korea Selatan, Waktu Pembalasan Sudah Dekat

"Mengingat transmisi lokal Covid-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat Bali untuk selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk atau bersin, melakukan penyemprotan disinfektan di tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh," jelasnya.

Kata dia, penting menahan diri untuk berpergian jika tidak ada kepentingan yang samasekali mendesak, karena itu ditakutkan memperluas penyebaran virus.

Begitu juga dengan warga Bali yang berada di luar Bali juga diimbau demikian, dimohonkan untuk tidak pulang ke Bali jika tidak ada keperluan mendesak.

"Krama Bali yang ada di luar daerah khususnya di daerah yang melakukan PSBB atau daerah zona merah dimohon agar tetap di tempat jangan dulu pulang ke Bali. Kepulangan krama Bali bisa berdampak negatif pada anda, keluraga dan masyarakat Bali, karena kita tidak tahu jika kita terinfeksi atau tidak sampai dilakukan tes. Untuk itu masyarakat Bali diminta tetap tinggal di tempat dulu kecuali ada hal yang sangat penting atau mendesak," ucap dia.

Saat ini Provinsi Bali tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus positif sebanyak 1.045 orang, total sembuh 603 orang, pasien positif Covid-19 meninggal sebanyak 9 orang.

Sementara 433 orang masih dalam perawatan di 11 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering.(*).

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved