Corona di Bali

Angka Penyebaran & Penularan Corona Masih di Atas Satu, Denpasar Belum Memenuhi Kriteria New Normal

Sampai saat ini, sesuai ketentuan, Kota Denpasar belum bisa menerapkan new normal atau adaptasi kebiasaan baru.

Pixabay
Ilustrasi Covid-19. 

 
 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sampai saat ini, sesuai ketentuan, Kota Denpasar belum bisa menerapkan new normal atau adaptasi kebiasaan baru.

Hal ini dikarenakan angka penyebaran dan penularan Covid-19 masih di atas satu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai yang diwawancarai, Selasa (23/6/2020) siang.

"Kan kalau sesuai ketentuan, angka penyebaran dan penularannya harus di bawah satu. Kita belum memenuhi kriteria. Kalau di Denpasar masih di atas satu sehingga belum bisa new normal.

Update Covid-19: Pasien Sembuh di Bali 59,64 Persen, Kemarin 11 Provinsi Nihil Penambahan Kasus

Rumah Kos Berpeluang Jadi Tempat Penyebaran Covid-19 di Denpasar, Pendataan Duktang Digencarkan

Alami Kecelakaan Tunggal di Sesetan Denpasar, Pria Ini Alami Luka Robek Pada Bibir dan Dahi

Namun Pemkot Denpasar sudah menyiapkan ke arah itu dengan penerapan Perwali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM)," kata Dewa Rai.

Apabila harus dilaksanakan new normal ini, pihaknya mengaku siap menerapkannya.

Apalagi sampai saat ini belum bisa diprediksi kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir.

"Usaha untuk new normal sudah kita lakukan, bahkan ada surat edaran kepada seluruh instansi vertikal termasuk ke perusahaan swasta untuk masing-masing instansi tersebut membentuk Satgas penanganan Covid-19 serta mempersiapkan sarana prasarana untuk penerapan protokol kesehatan," katanya.

Sementara itu, terkait pembukaan tempat wisata di Denpasar sampai saat ini juga belum dilakukan.

"Tempat wisata belum dibuka. Di Denpasar kan pengelolaannya beda-beda juga, ada yang dikelola Pemkot, ada desa adat dan ada juga dikelola provinsi, sehingga belum ada rencana pembukaan tempat wisata," katanya.

Namun pihaknya mengaku tetap melakukan pemantauan di tempat wisata tersebut terkait kunjungan masyarakat di saat tempat wisata ini ditutup. (*)

 

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved