Lima Mahasiswa di Buleleng Ditangkap, Pesan Ganja ke Sumatera Via Instagram

Saat diinterogasi mereka mengaku sudah mengkonsumsi ganja sejak duduk di bangku SMA bersama teman-temannya.

tribun bali/ ratu ayu desiani
Kepala BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak lima mahasiswa di Buleleng ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali dan BNNK Buleleng.

Mereka mengedarkan dan mengonsumsi ganja, mengaku sejak masih duduk di bangku SMA.

Kepala BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa mengatakan, lima tersangka masing-masing bernama Dewa Made Karisma Anggasana Alias Ama (21) beralamat di BTN Taman Wira Negara, Desa Pemaron, Buleleng.

Gede Andika Pramana Putra alias Dika (20) yang tinggal di Jalan Sudirman, Desa Adat Banyuasri, Buleleng.

Komang Yudi Krisna Putra alias Yudi (22) beralamat di Jalan Melati, Banjar Jawa, Buleleng dan I Made Raditya Prasada alias Radit (20) yang beralamat di Jalan Kenanga, Kelurahan Kaliuntu, Buleleng.

Kemudian Dani Ilham alias Dani (20) yang tinggal di Jalan Pulau Samosir, Desa Penarukan, Buleleng.

Kelimanya diciduk pada Senin (15/6/2020) lalu.

Penangkapan dilakukan menyusul adanya informasi dari Bea Cukai Bali, bahwa ada paket barang berisi ganja yang dikirim salah satu perusahaan ekspedisi ke wilayah Buleleng.

BNNP Bali dan BNNK Buleleng pun melakukan penelusuran hingga berhasil menemukan penerima paket berisi ganja tersebut, ialah Dewa Made Karisma Anggasana alias Ama.

“Setelah diinterogasi, Ama mengaku jika ganja seberat 338,64 gram itu dikonsumsi dan dijual ke empat teman SMA-nya. Ganja ini dipesan oleh Ama lewat Instagram (IG), di wilayah Sumatera kemudian dikirim lewat ekspedisi,” terang AKBP Astawa, Selasa (23/6/2020) sembari menyebut kelima pelaku kini diamankan di BNNP Bali.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved