Corona di Bali

LPD Kedonganan Fasilitasi Sinergi Antar Usaha Krama Adat Berbasis Produk Lokal

Memasuki era kenormalan baru dibutuhkan terobosan guna membangkitkan kembali perekonomian masyarakat adat Bali.

Istimewa
Suasana pembagian sembako ke warga 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memasuki era kenormalan baru (new normal) atau tatanan kehidupan baru, dibutuhkan terobosan guna membangkitkan kembali perekonomian masyarakat adat Bali

Hal itu mendorong Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung, Bali, memfasilitasi sinergi antar usaha krama adat lintas desa adat sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat adat Bali di era kenormalan baru. 

Ketua LPD Desa Adat Kedonganan, I Ketut Madra mengungkapkan, era kenormalan baru di masa pandemi Covid-19 mesti dijadikan momentum untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat adat Bali melalui pemberdayaan keunggulan potensi ekonomi lokal di masing-masing desa adat. 

Berbagai keunggulan potensi lokal itu, dipasarkan melalui sinergi antar desa adat dalam konsep saling memenuhi kebutuhan krama di masing-masing desa adat dengan LPD sebagai fasilitator dalam aspek keuangan. 

Pemerintah Arab Saudi Buka Ibadah Haji Secara Terbatas, Menag Sampaikan Hal Ini

Update COVID-19: Pasien Sembuh Meningkat Jadi 19.241, Positif Bertambah 1.051

Lima Mahasiswa di Buleleng Ditangkap BNN, Ngaku Konsumsi Ganja Sejak SMA

"Ini sebagai implementasi nilai-nilai kearifan lokal Bali berlandaskan ajaran agama Hindu, antara lain swadesi (mandiri, berdikari, menghargai dan mengutamakan potensi diri sendiri), satyagraha (mampu memenuhi kebutuhan sendiri), gilik saguluk (kebersamaan, kekeluargaan), paras-paros (musyawarah mufakat), salunglung sabayantaka (rasa senasib sepenanggungan), sarpanaya (seirama setujuan) serta pang pada payu (sama-sama menguntungkan)," sebutnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Selasa (23/6/2020). 

Sebagai langkah awal, LPD Kedonganan memfasilitasi penyediaan paket kebutuhan pokok untuk nasabah krama tamiu.

Melalui sinergi antara usaha krama adat Kedonganan dan krama adat Desa Adat Pemanis, Kecamatan Penebel, Tabanan

“Kedonganan memiliki keunggulan potensi lokal dalam bidang perikanan. Sementara Desa Adat Pemanis di Penebel, Tabanan memiliki keunggulan potensi lokal dalam bidang pertanian," katanya.

Produk perikanan di Kedonganan, dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan krama Desa Adat Pemanis, sedangkan produk pertanian di Pemanis dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan krama Desa Adat Kedonganan

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved