Corona di Bali

Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Satu Orang, Pos Sekat Mulai Beroperasi

Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Satu Orang, Pos Sekat Mulai Beroperasi

Gambar oleh Arek Socha dari Pixabay
Foto ilustrasi virus corona 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di Buleleng bertambah satu orang. Pasien yang diberi kode PDP 109 asal Kecamatan Tejakula ini tertular virus corona dari istrinya (PDP 106). Kini PDP 109 diisolasi di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan.

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa Selasa (23/6) mengatakan, PDP 106 sudah lebih dulu diisolasi di RS Pratama Giri Emas, tepatnya pada Kamis (18/6) lalu.

Kala itu wanita yang kesehariannya berjualan sembako di rumah ini dilarikan ke RSUD Buleleng karena memiliki gejala pneumonia. Setelah dirapid test, hasilnya reaktif. Lalu dilanjutkan dengan tes swab, hasilnya juga terkonfirmasi positif virus corona.

Atas temuan tersebut, tim medis langsung melakukan tracing di lingkungan keluarga PDP 106. Alhasil, suami PDP 106 nyatanya ikut tertular virus corona, dan diberi kode PDP 109.

"PDP 109 ini masuk transmisi lokal, penularan virus terjadi di satu rumah. Dia tertular dari istrinya," kata Suyasa.

Suyasa juga menyebut, saat ini ada dua pasien yang dirawat selama satu bulan lebih.

Mereka adalah PDP 41 dan PDP 51. Dimana, untuk PDP 41 asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, sudah diisolasi di RS Pratama Giri Emas selama 52 hari, terhitung sejak 2 Mei lalu, dan sudah menjalani test swab sebanyak 25 kali.

Sementara untuk PDP 51 asal Kecamatan Seririt, dan kini sedang dirawat di RSUP Sanglah. Ia tercatat dirawat sejak 12 Mei lalu. "PDP 41 hasil swab ke 25 sudah negatif. Mudah-mudahan swab ke 26 nanti negatif juga sehingga ia bisa diperbolehkan pulang. Sedangkan PDP 51 karena dirawat di RSUP Sanglah, kami tidak memiliki catatan mediknya," terang Suyasa.

Disisi lain, pada Selasa (23/6) pagi, Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra membuka secara resmi dua titik Pos Sekat yang ada di wilayah Labuan Lalang, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, dan di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula.

Pos sekat ini dibuat untuk menscreening masyarakat yang datang dari luar Bali.

"Kalau mereka tidak membawa surat keterangan bebas covid, akan kami rapid test di pos ini. Sehingga melalui pos sekat ini, diharapkan bisa menekan terjadinya kasus transmisi lokal di Buleleng," terang Sutjidra.

Terkait biaya rapid test di pos sekat ini, Sutjidra mengaku masih gratis untuk sementara waktu. Mengingat saat ini pihaknya masih menyusun payung hukum yang tepat untuk melakukan pungutan rapid test khusus kepada para pelaku perjalanan ke luar daerah.

Rapid test juga bisa dilakukan di masing-masing puskemas yang ada di Buleleng. Masyarakat hanya membayar retribusi sekitar Rp 40 ribu. "Alat rapid test yang kami siapkan untuk dua pos sekat termasuk puskemas dan RSUD Buleleng sekitar 1.000an," jelas Sutjidra. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved