Petugas Hadang Pelaku Perjalanan di Pos Sekat Masuk Buleleng

Pos sekat ini dibuat untuk menscreening masyarakat yang masuk ke Buleleng melalui Jembrana dan Karangasem.

istimewa
Petugas Satpol PP memeriksa surat sehat seoreang sopir di pos sekat. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Wakil Bupari Buleleng Nyoman Sutjidra membuka dua titik Pos Sekat di wilayah Labuan Lalang, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, dan di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula.

Pos sekat ini dibuat untuk menscreening masyarakat yang masuk ke Buleleng melalui Jembrana dan Karangasem.

"Kalau mereka tidak membawa surat keterangan bebas Covid, akan kami rapid test di pos ini. Sehingga melalui pos sekat ini, diharapkan bisa menekan terjadinya kasus transmisi lokal di Buleleng," terang Sutjidra, Selasa (23/6/2020).

Terkait biaya rapid test di pos sekat ini, Sutjidra mengaku, masih gratis.

Saat ini, pihaknya masih menyusun payung hukum yang tepat untuk melakukan pungutan biaya rapid test, khusus kepada pelaku perjalanan ke luar daerah.

Rapid test juga bisa dilakukan di masing-masing Puskemas di Buleleng. Masyarakat hanya membayar retribusi Rp 40 ribu.

"Alat rapid test yang kami siapkan untuk dua pos sekat termasuk Puskemas dan RSUD Buleleng sekitar 1.000-an," jelas Sutjidra. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved