12 Tahun Beroperasi, Sindikat Pemalsu BPKB Dibekuk Satreskrim Polres Jembrana

Tiga orang pemalsu BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor) dibekuk Satreskrim Polres Jembrana.

ribun Bali/I Made Ardhiangga
Tersangka pemalsuan BPKB Johan ditunjukkan ke awak media beserta barang bukti kejahatan yang dilakukannya, Rabu (24/6/2020), di halaman Mapolres Jembrana, Jembrana, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Tiga orang pemalsu BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor) dibekuk Satreskrim Polres Jembrana.

Tiga tersangka ini ialah Ni Komang Seniwati alias Bu Ayu (47), warga Banjar Air Anakan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana; Ni Made Swantini alias Swandewi alias Dek Pong asal Banjar Sengguan Desa Penarungan, Kabupaten Badung; dan Moh Lasuk Kapu alias Johan asal Banjar/Lingkungan Candra, Desa Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar.

Mereka bertiga merupakan sindikat tersangka pemalsu BPKB yang sudah beroperasi sejak 2008 lalu atau sudah 12 tahun beroperasi.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, tiga tersangka pemalsu BPKB ini berhasil dibongkar setelah pihaknya menerima laporan dari Koperasi Kredit Tri Tunggal Tuka.

Dimana pihak koperasi hendak menyita jaminan Bu Ayu yang sudah menunggak pembayaran sebanyak tiga bulan angsuran.

Tersangka Bu Ayu menjaminkan tiga buah BPKB palsu dengan total pinjaman sebesar Rp 160 juta.

"Ketiga tersangka kami amankan setelah mendapat laporan dari pihak pelapor adanya pemalsuan BPKB oleh tersangka Bu Ayu. Jadi pihak koperasi mengetahui BPKB palsu usai barang bukti dicek ke Samsat Negara," ucap Ketut, Rabu (24/6/2020), dalam siaran pers di Mapolres Jembrana, Jembrana, Bali.

Ketut menyebut, dua tersangka wanita saat ini dititipkan di rutan, sedangkan tersangka laki-laki ditahan di tahanan Mapolres Jembrana.

Sedangkan awal terbongkarnya kasus ini, setelah mendapat laporan BPKB palsu, Satreskrim Polres Jembrana melakukan penyelidikan kepada saksi-saksi, sekitar lima saksi yang diperiksa.

Hingga akhirnya merujuk kepada tersangka utama yakni Bu Ayu.

"Tersangka Bu Ayu kami tangkap terlebih dahulu di Banyuwangi. Kemudian berkembang ke tersangka lain, yakni Dek Pong ditangkap di Badung, dan Johan ditangkap di Ponorogo, Jawa Timur," ungkapnya.

Dari keterangan Bu Ayu, sambungnya, akhirnya diketahui peran masing-masing sindikat yang sudah beroperasi sejak 2008 lalu itu.

Bu Ayu merupakan pihak yang menggadai BPKB palsu.

BPKB itu dipesan kepada Dek Pong dengan harga Rp 12 juta untuk satu BPKB.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved