Corona di Bali

Dalam Lima Hari 1.025 Warga Jembrana Ikut Rapid Test Gratis

Dalam lima hari mulai 19-23 Juni 2020, ada sebanyak 1.025 orang mengikuti rapid test gratis dari Pemkab Jembrana

Dok Jembrana
Pemulangan pasien Covid 19 Jembrana di RSU Jembrana oleh Bupati Jembrana, Rabu (24/6/2020).  

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Pemberhentian kebijakan rapid test gratis dikeluarkan melalui SE Gubernur Bali mulai 18 Juni 2020 lalu.

Di sisi lain, Bupati Jembrana juga mengeluarkan SE tentang adanya rapid test gratis yang hanya diperuntukkan kepada warga ber-KTP Jembrana dan memiliki SKA barang dari atau untuk Jembrana.

Dalam lima hari mulai 19-23 Juni 2020, ada sebanyak 1.025 orang, baik sopir hingga pelajar atau santri dan mahasiswa yang memanfaatkan rapid test gratis tersebut.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, sesuai SE terkait rapid test gratis mulai tanggal 19-23 Juni 2020 atau selama lima hari total rapid test yang dilakukan di 10 puskesmas sejumlah 1.025 orang.

Dalam satu hari, rata-rata ada 205 orang diperiksa tidak berbayar atau free.

"Kalau dirinci lagi, sopir yang free 578 orang, kedua santri 210 orang, pendamping santri 158 orang dan mahasiswa atau pelajar 79 orang," ucapnya, Rabu (24/6/2020).

Arisantha menuturkan, dari 1.025 rapid test gratis itu, ada satu orang sopir yang diketahui hasil rapid test-nya reaktif.

Sopir itu diketahui reaktif setelah melakukan rapid test di Puskesmas I Mendoyo.

Saat ini yang bersangkutan menjadi pasien PDP di RSU Negara.

"Ada satu sopir yang reaktif dan kini dirawat di RSU Negara. Tujuan sopir ini melakukan rapid test karena hendak mengirimkan barang ke Jawa," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved