Gojek PHK terhadap 430 Karyawannya, Inilah Investor Asing Bermodal Gede di Balik Kepemilikan Gojek

Kami memohon maaf sebesar-besarnya kami harus mengambil keputusan sulit untuk kita dapat mengimplementasikan hal ini

Surya
Ilustrasi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi kantor Gojek Indonesia. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Gojek sedang menghadapi tantangan bisnis.

Manajemen Gojek mengonfirmasi adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 430 karyawan atau 9% dari total karyawan perusahaan ride hailing tersebut.

Gojek PHK 430 Karyawan,Tutup Layanan GoLife hingga Pesangon untuk Pegawai Terdampak

VIDEO: Cara Praktis Bikin Bolu Pisang Bertabur Almond dan Cocochips Enak, Tanpa Dimixer

Dalam penjelasan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (23/06/2020), Gojek membenarkan terjadi PHK terhadap 430 karyawan.

Hal itu lantaran mereka terpaksa menutup bisnis Go Life.

Layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan.

Sejatinya, Gojek didukung para pemodal berkantong tebal.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, sejak akhir tahun lalu hingga Mei tahun ini, sebanyak tujuh investor menginjeksi modal PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, badan hukum Gojek, dengan membeli saham Seri P.

Tiga Bulan, Gojek Bantu 100 Ribu UMKM Berkembang secara Online di Masa Pandemi

Mengacu data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, per 8 Mei 2020, setidaknya ada 107 entitas yang menguasai saham Gojek.

Para pemodal itu antara lain Google Asia Pacific, Allianz Strategic Investment, Hera Capital, KKR Go Investments, Sequoia Capital, Tencent Mobility Limited, Mitsubishi Corporation, Rakuten Capital.

Halaman
1234
Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved