Kemenkumham Bali Beri Sanksi Administratif Terhadap Penanggung Jawab Yoga Massal di Ubud

Kemenkumham Bali Beri Sanksi Administratif Terhadap Penanggung Jawab Yoga Massal di Ubud

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Penanggung jawab kegiatan meditasi atau yoga massal ditampilkan pada press realese Kanwil Kemenkumham Bali di Rudenim Denpasar. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Menindaklanjuti adanya kegiatan yoga massal yang diadakan pada tanggal 18 Juni lalu, Kanwil Kemenkumham Bali melalui Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar melakukan penyelidikan karena massa disana mayoritas WNA.

“Kegiatan Meditasi Masal dengan jumlah peserta diperkirakan lebih dari 60 orang dan menimbulkan keresahan warga ditengah larangan-larangan yang dikeluarkan oleh pemerintah pada masa pandemi Covid-19,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Maniuruk, Rabu (24/6/2020) sore dalam keterangannya di Runedim Denpasar.

Jamaruli menambahkan sesuai hasil pemeriksaan oleh petugas dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, diperoleh keterangan bahwa penanggung jawab kegiatan bernama Barakeh Wissam berkewarganegraan Suriah pemegang Izin Tinggal ITAS Investor dengan nomor register 2C12EB0367-T.

Izin Tinggal ITAS ini dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar berlaku dari 12 Desember 2019 sampai dengan 11 November 2021 dan menjabat sebagai Direktur dari House of Om (PT. Aum House Bali).

House of Om Bali berlokasi di Jalan Raya Bona, Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali.

VIDEO: Cara Praktis Bikin Bolu Pisang Bertabur Almond dan Cocochips Enak, Tanpa Dimixer

“Kegiatan tersebut tidak mendapat persetujuan resmi dari Desa Adat setempat dan hanya pemberitahuan secara lisan. Pelaksanaan kegiatan tersebut diduga menyalahi aturan protokol kesehatan Covid-19 (tidak adanya Social Distancing, tidak menggunakan masker, dan pembatasan jumlah peserta yang hadir sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh pemerintah),” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut yang dilaksanakan ditengah masa pandemi Covid-19 dapat membahayakan kesehatan masayarakat sekitar. 

Penanggung jawab kegiatan tidak berusaha membubarkan atau membatalkan acara tersebut setelah mengetahui bahwa jumlah peserta yang hadir melebihi dari apa yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Berdasarkan dari hasil pengambilan keterangan, orang asing atas nama Barakeh Wissam tidak mematuhi Permenkes Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19dan Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 Tentang Penguatan Pencegahan Dan Penanganan Covid-19 Di Bali yaitu mengenai pembatasan kegiatan yang melibatkan paling banyak 25 orang,” papar Jamaruli.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved