Otoritas Lakukan Rapat Koordinasi Gara-gara Layangan, Kolonel PNB Radar: Beri Pesan ini

Otoritas Lakukan Rapat Koordinasi Gara-gara Layangan, Kolonel PNB Radar: Beri Pesan ini

Tribun Bali/Firizqi Irwan
Pantauan Tribun Bali layang-layang terlihat di Jalan Teuku Umar Barat dan Jalan Pura Demak, Denpasar, Bali pada Sabtu (20/6/2020) siang. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Permainan layang-layang di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sangat banyak, hal tersebut sangat berpotensi terhadap keselamatan penerbangan dan keselamatan orang. 

Walau pihak Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada Instansi pemerintah serta masyarakat sekitar bandara, juga pelaksanaan sosialisasi oleh pihak Airnav Denpasar, Penertiban dari KP3U Ngurah Rai dan sosilaisai yang dilakukan oleh Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, ternyata tidak membuat surut minat masyarakat untuk menaikan dan bermain layang-layang.

Untuk menghindari adanya potensi tersebut Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV melaksanakan rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Kanto Otoritas Bandara wilayah IV Elfi Amir, dan Danlanud I Gusti Ngurah Rai, KP3U Bandara Ngurah Rai, PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan Airnav Bali pada tanggal 24 Juni 2020.

“Kecepatan penanganan permainan layang-layang di sekitar bandara dapat dimulai dari adanya laporan Airnav, ditindaklanjuti oleh Aviation Security bekerja sama dengan Danlanud I Gusti Ngurah Rai dan Kopolisian Bandara untuk bergerak cepat mengamankan bandara dari layang layang,” ungkap Elfi Amir, Rabu (24/6/2020).

Menurut Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel PNB Radar Soeharsono perlu ada pemetaan sebelum melaksanakan kegiatan sosialisasi ke banjar-banjar sekitar bandara, sosialisasi kepada masyarakat akan lebih epektif melibatkan media social.

“Dilarang bermain layang-layang di radius 9 kilometer dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai antara lain di wilayah Kuta Selatan, Kecamatan Kuta dan Denpasar Selatan, sedangkan lebih dari radius 9 km sampai dengan 18 km dengan ketinggian 100 meter,” tambah Danlanud I Gusti Ngurah Rai.

Elfi Amir menyampaikan bahwa sanksi terhadap pelanggar perda Nomor 9 Tahun 200 Ketentuan pidana barang siapa melanggar ketentuan tentang batas batas larangan menaikan layang layang dan permainan sejenis sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2000, diancam pidana kurungan selam-lamanya 3 bulan atau danda sebanyak banyaknya Rp 5.000.000.

“Tercatat pada akhir bulan Mei kemarin dan awal bulan Juni, kami menerima empat laporan adanya keberadaan layang-layang putus dan jatuh di kawasan Bandara khususnya di area Daerah Keamanan Terbatas (DKT) bandar udara dua laporan, satu laporan layang-layang jatuh di Apron Timur dan satu laporan layangan jatuh di Apron Timur,” ungkap Elfi Amir.

Laporan pertama patroli Aviation Security (Avsec) pada 31 Mei 2020 lalu menemukan layang-layang putus jatuh di Apron Timur, kedua masih patroli Avsec tanggal 1 Juni menemukan 6 buah layang-layang yang jatuh ke dalam DKT Airside.

Selanjutnya masih ditanggal yang sama, 1 Juni tim Apron Movement Control (AMC) menemukan layangan beserta benangnya melintang sepanjang taxiway N3 dan N2, kemudian Patroli Avsec Airside 2 Juni menemukan sembilan buah layang-layang yang jatuh ke dalam DKT Airside.

“Saya harap dan imbau kepada masyarakat agar tidak bermain atau pun menerbangkan layang-layang dekat Bandara Ngurah Rai khususnya yang masuk KKOP. Karena sangat berbahaya bagi keselataman dan keamanan penerbangan pesawat,” imbuh Elfi Amir.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved