Breaking News:

Pemerintah Telah Cairkan Dana Perlindungan Sosial Rp 59,77 Triliun dari Anggaran Penanganan Covid-19

Bansos ini bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak pandemi Covid-19

Editor: Kambali
Istimewa
Ilustrasi - Bupati Abdullah Azwar Anas saat menyerahkan BLT dana desa di Aula Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (30/4/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menambah alokasi anggaran untuk penanganan virus Corona (Covid-19) menjadi sebesar Rp 695,20 triliun.

Secara khusus, anggaran untuk perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp 203,90 triliun.

Anggaran ini dialokasikan untuk berbagai program bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH), program kartu sembako, bansos wilayah Jabodetabek, bansos tunai non-Jabodetabek, kartu prakerja, diskon listrik, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Bahas Penyaluran Dana Bansos, Gubernur Koster Ikuti Rakor Bersama KPK melalui Vicon

Pemerintah memang memberikan bansos dalam berbagai skema sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari sisi demand side.

"Bansos ini bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak pandemi Covid-19," ujar Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto di dalam keterangannya, Rabu (24/06/2020).

Berdasarkan realisasi per tanggal 19 Juni 2020, pemerintah telah mencairkan dana untuk penanganan Covid-19 di bidang perlindungan sosial sebesar Rp 59,77 triliun.

Dana Bansos Rp 600.000 Disunat Tinggal Rp 100.000, Kades Penyunat Langsung Diboyong Polisi

Perinciannya, pemerintah telah mencairkan anggaran PKH sebesar Rp 21,57 triliun untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran PKH menjadi Rp 37,4 triliun dengan target penerima PKH 10 juta KPM.

Berdasarkan realisasi tersebut, artinya target penerima KPM telah mencapai 100%.

Selanjutnya, untuk program kartu sembako atau Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) telah dicairkan sebesar Rp 18,47 triliun untuk 18,82 juta KPM, dari total anggaran sebesar Rp 43,6 triliun.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved