Corona di Bali

Satu Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Tabanan Sembuh

Satu orang tenaga kesehatan di Tabanan, Bali, yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh

shutterstock
Ilustrasi virus Corona Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Satu orang tenaga kesehatan di Tabanan, Bali, yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh, Selasa (23/6/2020).

Sehingga total pasien yang sedang menjalani perawatan hingga kemarin sebanyak 25 orang di faskes yang ada di Tabanan, Badung dan Denpasar.

Disisi lain, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tabanan juga telah melaksanakan pembahasan terkait kebijakan rapid test bagi pasien rumah sakit.

Hasilnya adalah rapid test akan diterapkan terhadap pasien rawat inap yang mengarah ke gejala Covid-19.

"Satu pasien yang merupakan tenaga kesehatan sudah dinyatakan sembuh. Sebelumnya pasien tersebut dirawat di RSPTN Udayana," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tabanan, I Putu Dian Setiawan, Selasa (23/6/2020).

Dia melanjutkan, dengan adanya penambahan satu orang sembuh, total yang masih menjalani perawatan sebanyak 25 orang.

Selain itu, GTPP juga sudah melakukan tracking kontak terhadap warga yang sempat kontak erat dengan pasien positif Covid-19 sebelumnya.

"Total ada 175 orang yang di-tracking, ada yang hasil rapid-nya reaktif dan sudah dilakukan swab test dan menunggu hasilnya," jelasnya.

Disinggung mengenai kebijakaan rapid test bagi pasien, mantan Kabag Humas Setda Tabanan ini mengaku sudah dilakukan pembahasan.

Seluruh rumah sakit di Tabanan diminta ikut terlibat dalam penanganan Covid-19 di Tabanan.

Dalam penanganannya, kata dia, ketika pasien yang ditangani mengarah atau memiliki gejala seperti Covid-19, tidak harus langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid 19.

Namun, bisa ditangani di rumah dulu untuk dilakukan isolasi mandiri.

Kemudian, untuk rapid test juga bisa dilakukan di rumah sakit swasta karena biaya untuk hal tersebut masih bisa ditanggung BPJS.

"Jika nanti hasil rapid test reaktif, dilakukan swab test dan dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Jadi tidak harus langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan seperti UPTD RS Nyitdah. Pimpinan yang juga Ketua GTPP Tabanan akan mengeluarkan surat edaran terkait kebijakaan tersebut," tandasnya.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved