Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Update Covid-19: Pasien Sembuh di Bali Sudah 57,26 Persen, Ini Rinciannya

Jumlah pasien Covid-19 yang telah sembuh di Bali sudah mencapai 639 orang atau sebesar 57,26 persen.

Tayang:
Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Sebanyak 43 pedagang ikan di pelataran Pasar Kumbasari dan tukang suwun di Pasar Gunung Agung, Denpasar mengikuti tes swab, Minggu (7/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Jumlah pasien Covid-19 yang telah sembuh di Bali sudah mencapai 639 orang.

Hal itu setelah ada penambahan pasien sembuh sebanyak 24 orang WNI pada Selasa (23/6/2020).

Jika dipersentasekan, jumlah kasus sembuh di Bali sudah 57,26 persen.

Meskipun demikian,jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali juga masih terus meningkat.

Per Selasa kemarin, ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 36 orang WNI yang seluruhnya merupakan kasus transmisi lokal.

Sehingga, jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali sudah menjadi 1.116 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 69,09 persen merupakan kasus transmisi lokal.

"Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sejumlah 771 orang," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Bali.

"Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran Covid-19 pasti bisa kita hentikan," imbuhnya.

Kemudian, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di Bali masih tetap sejumlah 9 orang (terdiri dari 7 orang WNI dan 2 orang WNA)

Sedangkan jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) di Bali saat ini berjumlah 468 orang yang berada di 11 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering.

Berdasarkan pemetaan sebaran kasus Covid-19 di Bali, Kota Denpasar masih menempati posisi pertama dengan kasus terbanyak, yakni 382 kasus.

Disusul Kabupaten Badung (143 kasus), Bangli (129 kasus), Buleleng (122 kasus), Klungkung (89 kasus), Gianyar (84 kasus), Tabanan (59 kasus), Karangasem (49 kasus), Jembrana (31 kasus).

Pedagang di Pelataran Pasar Kumbasari Dipindah
Diberitakan sebelumnya, pasca kasus positif Covid-19 yang menginfeksi pedagang pasar malam di pelataran Pasar Kumbasari beberapa waktu lalu, kini ratusan pedagang Pasar Kumbasari akan segera dipindah.

Mereka akan dipindahkan ke area parkir Pasar Badung paling lambat Kamis (25/6/2020) ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata yang dikonfirmasi Selasa (23/6/2020) siang.

Kemarin, Kompyang mengatakan tengah melakukan pemetaan, pembuatan kotak dari cat dan pengisian nomor di tempat yang akan digunakan berjualan oleh pedagang.

Menurut Gus Kowi, sapaan akrabnya, pihaknya merencanakan memindahkan sebanyak 205 orang pedagang di Pasar Kumbasari.

Dari 205 orang ini, sebanyak 102 pedagang sudah dipindahkan Kamis (7/5/2020) lalu dan menempati areal parkir yang berada di utara Pasar Badung.

Sehingga direncanakan 103 pedagang lagi yang akan dipindah.

"Pedagang ini akan menempati tempat parkir yang berada di barat gedung Pasar Badung dan juga di utara gedung. Saat ini masih kita petakan," katanya.

Gus Kowi mengatakan, direncanakan pemindahan akan dimulai esok, Rabu (24/6/2020) dan paling lambat Kamis (25/6/2020) sudah semua bisa pindah.

Adapun pedagang yang dipindah ini merupakan pedagang sayur dan buah. Sementara pelataran Pasar Kumbasari ini nantinya hanya ditempati pedagang ikan saja.

"Kami rencanakan hampir semua pedagang, kecuali pedagang ikan. Nanti pedagang ikan jaraknya akan diatur. Jika misalnya di Pasar Badung penuh, pedagang daging atau pedagang tahu tempe akan kami kembalikan ke pelataran Kumbasari. Saat ini masih dipetakan dulu," katanya.

Pemindahan pedagang ini dilakukan untuk memberikan space bagi pedagang ataupun pembeli untuk berinteraksi sehingga tidak berkerumun.

Adapun jarak antar satu pedagang yakni 1.5 meter.

"Sebelumnya yang kami pindah kan kebanyakan pedagang shift pagi, sekarang yang shift sore juga kami pindah ke Pasar Badung," katanya.

Untuk pedagang shift sore akan mulai berjualan pukul 17.00 - pukul 21.00 Wita.

Sementara untuk pedagang shift pagi mulai berjualan pukul 02.00 - 07.00 Wita.

Gus Kowi mengatakan pedagang pagi memang berbenturan dengan pedagang yang memang berjualan di Pasar Badung.

Di mana pedagang Pasar Badung mulai buka pukul 04.00 Wita, sehingga mereka berbenturan selama 3 jam.
Akan tetapi menurut Gus Kowi, para pedagang sudah memakluminya mengingat kondisi saat ini.

"Iya memang ada benturan jam buka, tapi mereka sudah memakluminya. Apalagi kondisi pandemi Covid-19, jadi semua sudah maklum demi kesehatan kita bersama," katanya.

Gus Kowi menekankan, pemindahan pedagang pelataran Pasar Kumbasari ke parkir Pasar Badung ini hanya dilakukan sementara.

"Ini bukan permanen. Jangan sampai ada yang bertanya, kok malah dipakai berjualan parkirnya? Ini dilakukan selama pandemi Covid-19 untuk mengurangi kerumunan warga yang berbelanja," katanya.

Tidak hanya pengaturan jarak antar pedagang, para pedagang dan pengunjung yang datang ke pasar wajib memakai masker.

"Kalau pedagang tidak memakai masker akan kami tegur dan jika membandel bisa kami tidak ijinkan untuk berjualan dan bagi para pengunjung yang tidak memakai masker tidak diperkenankan masuk ke areal pasar," katanya.

Nantinya pihak pengelola pasar akan secara ketat memantau baik pedagang maupun pengunjung agar mengikuti protokol kesehatan terutama physical distancing, pemakaian masker, dan penyediaan wastafel cuci tangan.

Dengan penataan itu, sebaran pedagang pun menurutnya akan lebih merata.

Pembeli pun leluasa bisa berkeliling belanja kebutuhan sehari-hari, tanpa khawatir berdesak-desakan.

Perkembangan Covid-19 di Indonesia
Di tingkat nasional, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat jumlah pasien Covid-19 yang sembuh juga terus bertumbuh.

Per Selasa kemarin, ada penambahan sebanyak 506 orang sehingga total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Indonesia kini sebanyak 19.241 orang.

Meski demikian, Gugus Tugas juga mencatat adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.051 orang.

Sehingga, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 47.896 orang.

"Kita dapatkan kasus positif sebanyak 1.051 orang, sehingga akumulasinya menjadi 47.896 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 2.535 dengan penambahan 35.

Akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 17.908 pada hari sebelumnya, Senin (22/6) dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 668.219.

Uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 121 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 99 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 249 lab.

Kemarin, Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa menyampaikan pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.
Termasuk juga dalam kegiatan pariwisata.

Terlebih lagi dengan adanya Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/382/2020, tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum yang disahkan pada Jumat lalu (19/6/2020).

Protokol kesehatan tidak hanya berlaku bagi pengunjung, tetapi juga pengelola objek wisata.

“Bagi pengelola, penting untuk melakukan pembersihan secara berkala. Termasuk disinfeksi pada area, sarana, dan peralatan yang digunakan secara bersama," kata Dokter Reisa di Jakarta, kemarin.

Selain itu, menurutnya pengelola wisata harus menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun yang memadai dan mudah diakses, mengecek suhu tubuh pengunjung di pintu masuk, dan memperbanyak media informasi tentang penerapan protokol kesehatan di lokasi pariwisata.

“Bagi kita pengunjung, pastikan diri dalam kondisi yang sehat sebelum melakukan kunjungan ke lokasi daya tarik wisata. Apabila sakit, dirumah saja, istirahat yang cukup dan pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum memutuskan keluar rumah," imbuhnya.

“Kita menghadapi pandemi ini bersama-sama, kita lindungi diri sendiri untuk melidungi orang lain. Begitu juga dengan orang lain, kedisiplinan dan kepatuhan mereka terhadap protokol kesehatan akan melindungi kita dan banyak orang lainnya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved