Akibat Mengadakan Yoga Massal di Gianyar, Imigrasi Deportasi Pemilik House of Om Bali

Imigrasi menilai Barakeh Wissam telah melanggar protokol kesehatan Covid-19 terkait kegiatan yoga massal yang digelar House of Om Bali

Istimewa
Yoga massal yang digelar puluhan bule di House Of Om Community pada Kamis (18/6/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali melalui Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar menahan pemilik House of Om Bali, Barakeh Wissam, Rabu (24/6/2020).

Imigrasi menjatuhkan sanksi tegas dengan mencabut Izin Tinggal ITAS Investornya dan akan mendeportasi Barakeh Wissam ke negaranya, yaitu Suriah.

Imigrasi menilai Barakeh Wissam telah melanggar protokol kesehatan Covid-19 terkait kegiatan yoga massal yang digelar House of Om Bali di Jalan Raya Bona, Kelurahan Bitera, Gianyar, 18 Juni 2020.

Namun untuk melalukan deportasi, Imigrasi masih menunggu adanya penerbangan ke negara asal Barakeh Wissam.

Saat ini belum ada penerbangan ke Suriah karena masih pandemi.

Sembari menunggu adanya penerbangan, Barakeh akan dititipkan sementara di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar.

“Karena dideportasi harus kita tahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar dulu sambil menunggu penerbangan ke negaranya. Kalau sudah ada pesawat terbang ke negaranya nanti kita pulangkan. Jika belum ada, ya bertahan dulu di sini di Rumah Detensi Imigrasi,” kata Kepala Kawil Kemenkumham Bali, Jamaruli Maniuruk, dalam keterangannya di Runedim Denpasar, Rabu (24/6/2020) sore.

Saat ini status Barakeh Wissam sebagai Deteni (penghuni Rudenim).

Dengan demikian izin tinggalnya di Indonesia, khususnya di Bali, dibatalkan.

Ia tidak boleh lagi melakukan kegiatan di luar Rudenim sampai nanti dia dipulangkan ke negara asalnya.

Halaman
1234
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved