Kasus Gigitan Anjing Rabies di Karangasem Mencapai 19

Dari Januari 2020 sampai Juni 2020, petugas menemukan sebanyak 19 gigitan anjing positif rabies.

Antara
Ilustrasi anjing rabies 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM  - Kasus gigitan anjing rabies di Karangasem terus meningkat.

Dari Januari 2020 sampai Juni 2020, petugas menemukan sebanyak 19 gigitan anjing positif rabies.

Kasus gigitan terbanyak di Kecamatan Rendang, Bebandem, Kecamatan Karangasem, Abang dan Kecamatan Kubu.

Kasus gigitan tahun sekarang meningkat dibandingkan tahun 2019 yang mencapai sekitar 18 kasus hingga akhir tahun.

Kasus gigitan anjing rabies terjadi sekitar daerah zona merah rabies.

Pekerja Migran yang Tinggal di Sesetan Diwajibkan Isolasi Mandiri Seusai Karantina 14 Hari

Hendak Sandar di Pelabuhan Celukan Bawang, ABK Asal Sulawesi Selatan Diketahui Positif Covid-19

WHO Ingatkan Virus Corona di Amerika Serikat Belum Mencapai Puncaknya

Seperti Desa Pempatan, Bugbug, Budakeling, Culik, Bhuana Giri, Subagan, Bebandem, serta Desa Sibetan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kaarangasem, I Made Ari Susanta, mengungkapkan, tingginya kasus gigitan rabies lantaran banyaknya anjing liar tak bertuan di Karangasem.

Seperti Kecamatan Kubu Rendang, Abang, dan Bebandem.

Hampir 90 % anjing di Karangasem liar.

"Kasus gigitan anjing rabies terakhir yakni 15 Juni 2020 di Desa Kerta Buana, Kecamatan Sidemen. Dari Bulan Januari sampai sekarang sudah ada 19 kasus positif kepada anjing," ungkap Made Susanta, Kamis (25/6/2020).

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved