Satpol PP Tertibkan Banner dan Pedagang di Sengol Gianyar

Sejak pedagang sengol Ginyar direlokasi ke Gor Kebo Iwa, Gianyar, pedagang-pedagang liar tampak menjamur di Gor Kebo Iwa.

istimewa
Satpol PP Gianyar saat menertibkan pedagang liar di Gor Kebo Iwa Gianyar, Rabu (25/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejak pedagang sengol Ginyar direlokasi ke Gor Kebo Iwa, Gianyar, pedagang-pedagang liar tampak menjamur di Gor Kebo Iwa.

Tidak seperti pedagang sengol yang terdaftar secara resmi berjualan di kawasan yang telah ditentukan.

Para pedagang liar ini justru berjualan di trotoar dan bahu jalan yang mengakibatkan kemacetan.

“Pedagang itu, kita tertibkan Rabu kemarin. Untuk penertiban banner, kita lakukan hari ini. Ditemukan sejumlah banner usaha yang tidak berizin. Dalam banner terdapat nomer telepon, tapi saat ini telepon untuk dipanggil, tidak nyambung-nyambung,” ujar Kepala Dinas Satpol PP Gianyar, I Made Watha, Kamis (25/6/2020).

Gandeng Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali, DJP Bali Gencarkan Sosialisasi Insentif Pajak

Banyak Ditemukan di Pegunungan Indonesia, Hasil Penelitian Ungkap Buah Arbei Bisa Cegah Penuaan Dini

Pekerja Migran yang Tinggal di Sesetan Diwajibkan Isolasi Mandiri Seusai Karantina 14 Hari

Pantauan Tribun Bali di kawasan Gor Kebo Iwa, saat ini tidak tampak para pedagang liar yang sebelumnya ditertibkan.

Biasanya, mereka begitu terlihat, dan relatif membahayakan pengendara.

Pedagang ini biasanya adalah pedagang masker, pedagang bermobil dan sebagainya.

Berdasarkan informasi dihimpun, para pedagang liar mengaku sebagai pedagang yang sebelumnya berjualan di pasar relokasi pedagang Pasar Gianyar di Kelurahan Samplangan.

Namun sejak adanya pedagang yang Positif covid-19, pasar tersebut sepi pembeli, karena itu mereka memilih berjualan di Gor Kebo Iwa yang saat ini difungsikan sebagai pasar senggol.

Terkait informasi tersebut, Watha membantahnya.

WHO Ingatkan Virus Corona di Amerika Serikat Belum Mencapai Puncaknya

6 Orang Tanpa Identitas, ODGJ dan Orang Linglung Di-rapid Test di Denpasar, Ini Hasilnya

Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Sanjiwani Penuh, Rencana Tambah 20 Bed

“Itu sih pengakuan mereka. Bahkan ada yang ngaku mereka tidak dapat nomer undian di pasar relokasi, makanya jualan ke Gor Kebo Iwa. Tapi itu pengakuan saja. Kami tetap tertibkan dan beri tindakan sesuai peraturan berlaku,” ujarnya.

Watha meminta, supaya para pedagang tidak lagi berjualan trotoar dan bahu jalan di Gor Kebo Iwa.

Sebab hal tersebut selain menciptakan kekumuhan, juga mengganggu pengguna jalan dan pengendara.

“Penertiban yang kami ini juga untuk menciptakan keindahan lingkungan. Mari kita jaga agar Gianyar ini tertata rapi dan tertib, jangan ada pelanggaran, kalau melanggar ya terpaksa kami tindak. Baik pedagang ataupun perusahaan yang memasang banner, baliho dan sebagainya,” tandasnya. (*)

 
 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved