Tanah Miliknya Disertifikatkan Orang Lain, Ketut Pujiama Lapor ke Polda Bali

Ia melaporkan kasus dugaan pemalsuan dokumen jual beli tanah warisan miliknya yang disertifikatkan oleh orang lain tanpa sepengetahuannya.

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
I Ketut Gede Pujiama bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Mapolda Bali Kamis (25/6/2020) untuk melaporkan kasus dugaan pemalsuan surat jual beli tanah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Didampingi kuasa hukumnya, I Ketut Gede Pujiama mendatangi Ditreskrimum Polda Bali, Kamis (25/6/2020) siang.

Ia melaporkan kasus dugaan pemalsuan dokumen jual beli tanah warisan miliknya yang disertifikatkan oleh orang lain tanpa sepengetahuannya.

Melalui Kuasa Hukumnya, Wihartono, Pujiama berharap Polda Bali mengusut tuntas kasus pemalsuan surat tersebut.

“Laporan sudah kami sampaikan dalam bentuk dumas (pengaduan masyarakat). Kedatangan kami dalam rangka untuk mendampingi client kami yang baru sadar bahwa tanah warisan orang tuanya telah disertifikatkan dengan dokumen yang diduga palsu,” kata Wihartono.

WHO Ingatkan Virus Corona di Amerika Serikat Belum Mencapai Puncaknya

Presiden Jokowi ke Banyuwangi, Tinjau Kesiapan New Normal Pariwisata

Kodam IX/Udayana Gelar Komsos Kreatif di Tengah Pandemi Covid-19 Lewat Pencak Silat

Tanah yang disengketakan ini terletak di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Merak, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan.

Pujiama baru menyadari tanah warisan orang tuanya ternyata disertifikatkan seluas 6,7 are oleh orang lain ketika pihak pembeli dan pengontrak tanahnya itu sempat diusir oleh pihak yang telah mensertifikatkan tanah di sana.

“Oleh Pak Gede Fujiama, selama ini sudah disewakan dari turun temurun. Tahun 2010, 2014, itu disewakan, kemudian dibangunlah oleh orang-orang yang nyewa."

6 Orang Tanpa Identitas, ODGJ dan Orang Linglung Di-rapid Test di Denpasar, Ini Hasilnya

Kasus Meningkat Drastis, Gugus Tugas Badung Akan Lakukan Rapid Massal di Desa Darmasaba Abiansemal

PDI-Perjuangan Tempuh Jalur Hukum Setelah Bendera Partainya Dibakar

"Nah kemudian setelah itu ada orang lain yang mengaku sebagai pemilik tanah tersebut. Nah oleh yang diduga pelaku ini, telah mensertifikatkan tanahnya, dan sudah dipindahtangankan juga,” jelas Wihartono.

Karena kaget tanah yang disewa dan dibeli bermasalah, pihak penyewa tanah dan pembeli tanah ke Pujiama kemudian menanyakan Pujiama.

Oleh Pujiama, ternyata ia sama sekali tidak ada mensertifikatan tanahnya, bahkan tidak ada menjual ke orang bersangkutan.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved