Terlibat Peredaran Sabu, Ekstasi dan Ganja, Sudarma Dijerat Pasal Berlapis

Ditangkapnya Sudarma berdasarkan informasi dari masyarakat yang diperoleh petugas. Disebutkan bahwa Sudarma dicurigai sebagai pengedar narkotik.

Tribun Bali/Putu Candra
Sudarma dituntut 16 tahun penjara oleh jaksa. Ia dinilai terlibat peradaran narkotik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR  - I Nyoman Sudarma alias Nyoman (35) dituntut pidana penjara selama 16 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (25/6/2020), Jaksa I Kadek Topan Adhi Putra menilai terdakwa telah terbukti terlibat peredaran narkotik.

Diketahui, Sudarma ditangkap karena diduga sebagai pengedar dan saat ditangkap diamankan barang bukti 54,4 gram netto sabu, 43 butir pil ekstasi, serbuk ekstasi seberat 16,83 gram netto dan ganja 0,93 gram netto.

Terhadap tuntutan jaksa itu, terdakwa kelahiran Wangsean, Sidemen, Karangasem 5 Maret 1985 ini melalui tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum Peradi (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis.

Gandeng Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali, DJP Bali Gencarkan Sosialisasi Insentif Pajak

Banyak Ditemukan di Pegunungan Indonesia, Hasil Penelitian Ungkap Buah Arbei Bisa Cegah Penuaan Dini

Pekerja Migran Yang Tinggal di Sesetan, Wajibkan Isolasi Mandiri Setelah Dikarantina 14 Hari

"Atas tuntutan jaksa, kami mengajukan pembelaan secara tertulis, Yang Mulia. Mohon waktu satu minggu," ucap Aji Silaban selaku anggota penasihat hukum terdakwa.

Dengan demikian sidang akan dilanjutkan pekan depan.

Sementara itu dalam surat tuntutan, Jaksa Kadek Topan menyatakan, terdakwa Sudarma telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik, dan Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

WHO Ingatkan Virus Corona di Amerika Serikat Belum Mencapai Puncaknya

Presiden Jokowi Kunjungi Banyuwangi, akan Buka New Normal Pariwisata

Jangan Terlena Angka, Pengamat Sosial Ingatkan Masyarakat Tidak Remeh dan Abai terhadap Covid-19

Untuk itu terdakwa dituntut hukuman pidana penjara selama 16 tahun, dipotong selama menjalani penahanan sementara.

Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut pidana tambahan berupa denda.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved