Corona di Bali

BREAKING NEWS: Gereja Katedral Denpasar Siap Gelar Peribadatan Misa New Normal Mulai 4 Juli 2020

Gereja Katolik Katedral Denpasar, Bali, bersiap menggelar peribadatan yang rencananya umat bisa mulai hadir di gereja, Sabtu 4 Juli 2020 mendatang,

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Simulasi peribadatan misa new normal di Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, Bali, Jumat (26/6/2020)., 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gereja Katolik Katedral Denpasar, Bali, bersiap menggelar peribadatan yang rencananya umat bisa mulai hadir di gereja, Sabtu 4 Juli 2020 mendatang, pasca ditutup sementara sejak 22 Maret 2020 lalu, akibat pandemi Covid-19.

Simulasi teknis peribadatan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Gereja Katedral Denpasar dilaksanakan Jumat (26/6/2020) pagi ini.

Pada simulasi kali ini dihadiri Dewan Pastoral Paroki, Kepala Kementerian Agama Wilayah Bali dan instansi terkait lainnya untuk meninjau kesiapan.

"Arahan Uskup Denpasar, rencananya umat mulai bisa hadir beribadah kembali di Gereja Katedral Denpasar pada Sabtu (4/7/2020) mendatang, dengan koordinasi bersama Gugus Tugas Provinsi Bali," kata Ketua II DPP Bidang Aksi Kemasyarakatan, Alex saat ditemui Tribun Bali di gereja setempat

Lanjutnya, akan ada prosedur baru dalam mengikuti ibadah di gereja, yang akan disampaikan kepada umat melalui lingkungan masing-masing sosialisasi panduan ibadah sesuai protokol kesehatan.

Sejumlah prosedur akan dilalui umat yang berkunjung di gereja, umat wajib memakai masker, memarkirkan motor atau mobil di tempat yang disediakan, kemudian di dua pintu masuk gerbang, sepatu atau alas kaki umat dicelupkan ke dalam air disinfektan.

Setelah itu, bergerak menuju gedung gereja, di pintu masuk disiagakan petugas medis gereja, suhu badan di atas 37,5 derajat celcius tidak diperkenankan masuk gereja atau akan mendapat pemeriksaan dari petugas medis.

Selain itu, kolekte atau persembahan dilakukan sebelum peribadatan atau saat umat memasuki gedung gereja, dimana disediakan kotak khusus untuk kolekte sehingga pengisian kolekte tidak lagi dilakukan secara mengelilingkan kantong persembahan.

Umat juga akan diarahkan dalam menempati tempat duduk dimulai dari kursi pada bagian depan, dalam satu kursi panjang akan diisi 4 orang dengan konsep jaga jarak dan telah terpasang tanda silang untuk tidak mendudukinya.

Halaman
123
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved