Dukung Pencegahan Demam Berdarah, Yayasan Bali MX Gelar Fogging di Desa Beng Gianyar

Koordinator Pelaksana Yayasan Bali MX, Pande Gita menyebut jika ini adalah kali kedua dirinya bersama Yayasan Bali MX melakukan kunjungan ke Desa Beng

Istimewa
Yayasan Bali MX bersama sebagian masyarakat Desa Beng berswafoto setelah lakukan fogging di Desa Beng, Gianyar, Bali, Jumat (26/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Guna mendukung pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), Yayasan Bali MX melakukan kegiatan fogging di Desa Beng, Gianyar, Bali, Jumat (26/6/2020) siang.

Koordinator Pelaksana Yayasan Bali MX, Pande Gita menyebut jika ini adalah kali kedua dirinya bersama Yayasan Bali MX melakukan kunjungan ke Desa Beng.

"Iya bulan lalu tanggal 23 kita adakan pembagian 1000 masker, disinfektan, dan fogging. Hari ini kita bersama-sama lakukan fogging bersama masyarakat di sini," ujar saat dikonfirmasi Tribun Bali.

Yayasan yang diketuai oleh Tjok Ari Wibisana Sudharsana mengunjungi Desa Beng atas permintaan dari desa adat untuk melakukan fogging guna mencegah nyamuk Aedes Aegypti berkembang.

Singapura Tawarkan Beasiswa untuk Pelajar Indonesa, Gratis Biaya Sekolah & Tunjangan Tempat Tinggal

Daftar Harga Xiaomi 26 Juni 2020: Berikut Perbandingan Spesifikasi Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro

Warga Keluhkan Air PDAM Badung Kecrat-kecrit

"Ini yang minta dari desa untuk meminta bantuan fogging kepada kita karena di sini mulai banyak yang terkena DB. Tanggapan masyarakat di sini sangat antusias dan mereka ikut membantu," paparnya.

Ia bersama ke sepuluh rekannya, ia dan sebagian masyarakat desa membantu melakukan fogging ke seluruh penjuruh Desa Beng, mulai dari pekarangan hingga ke rumah-rumah.

Jika menilik data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar pada tahun ini, tercatat pada bulan Januari hingga April jumlah kasus DBD terus meningkat, bahkan ada yang berujung kematian.

Pada Januari jumlah kasus DBD mencapai 132 kasus, Februari 132 kasus dan Maret 279 kasus dengan satu orang meninggal dunia.

Kasus DBD terus bertambah, pada April yakni sebanyak 495 kasus DBD dengan 2 orang di antaranya meninggal.

Jika dijumlah, sudah ada 1.038 kasus DBD dengan 3 orang meninggal di Kabupaten Gianyar.

Oleh karenanya, Pande Gita berharap dengan aksinya ini, masyarakat di Desa Beng dapat terlindungi dari bahaya penyakit DBD dan dia juga berharap masa pandemi Covid-19 juga segera berakhir. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved