Gubernur Bali Wakili BNN Serahkan Penghargaan P4GN Tingkat Daerah kepada Desa Pemogan Denpasar

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin dalam sambutannya pada acara tersebut menyampaikan, peringatan Hari Anti-Narkoba penting dilakukan sebagai momentum

Istimewa/Dokumentasi Pemprov Bali
Gubernur Bali Wayan Koster mewakili Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyerahkan penghargaan pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tingkat Daerah kepada Kepala Desa Pemogan pada acara peringatan puncak Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2020 di Gedung Gaja Jayasabha Denpasar, Jumat (26/6/2020). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster mewakili Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyerahkan penghargaan pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tingkat Daerah kepada Kepala Desa Pemogan pada acara peringatan puncak Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2020 yang digelar secara virtual melalui video conference (Vidcon) di Gedung Gaja Jayasabha Denpasar, Jumat (26/6/2020).

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Kajati Bali Erbagtyo Rohan, Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha dan Irdam IX/Udayana itu, terungkap bahwa penghargaan diberikan kepada Desa Pemogan berkat peran sertanya dalam pelaksanaan Pemetaan dan Penjangkauan Kepada Masyarakat pada Rehabilitasi Berbasis Masyarakat sejak bulan Mei 2017.

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin dalam sambutannya pada acara tersebut menyampaikan, peringatan Hari Anti-Narkoba penting dilakukan sebagai momentum untuk tetap menunjukkan kewaspadaan terhadap bahaya narkotika.

Apalagi, angka penyalahgunaan narkoba meningkat cukup tajam sejak tahun 2019.

Bisa Ganggu Tumbuh Kembang, Kenali Gejala Alergi Makanan pada Bayi

Pakar UI Sebut Kerugian Akibat Tak Bergulirnya Liga 1 & Liga 2 Mencapai Rp 3 Triliun

Pemain Bali United Irfan Jauhari Rutin Jalani Pemusatan Latihan Virtual dengan Timnas Indonesia U-19

“Data BNN menyebutkan bahwa angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 sebanyak 3,37 juta jiwa dengan rentang usia 10-59 tahun. Tahun 2019 naik menjadi 3,6 juta,” katanya.

Sedangkan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 mencapai angka 2,29 juta.

Adapun kelompok masyarakat yang paling rawan terpapar barang haram tersebut adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial.

"Sehingga tentu saja hal ini memerlukan perhatian khusus," katanya.

Sementara terkait penyebaran wabah Virus Corona, Wapres Ma'ruf Amin menyatakan penanganan Covid-19 dan narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang (narkoba) memerlukan standar yang sama, yaitu menjamin hak masyarakat agar dapat hidup dan berkembang secara optimal.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved