Corona di Bali

Pasien Covid-19 di Kabuaten Gianyar Tembus 100 Orang

Akibat ketidakjujuran masyarakat, mengakibatkan transmisi lokal di Kabupaten Gianyar, Bali, terus melonjak

Pixabay
Ilustrasi covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Akibat ketidakjujuran masyarakat, mengakibatkan transmisi lokal di Kabupaten Gianyar, Bali, terus melonjak.

Bahkan saat ini, jumlah kumulatif pasien Covid-19 di Gianyar sudah mencapai 100 orang, dengan jumlah sembuh 50 orang.

Kondisi ini semakin memprihatinkan lantaran saat ini ruang isolasi RSUD Sanjiwani Gianyar telah penuh, sehingga tak sedikit pasien yang terpaksa dirawat di tempat karantina.

Berdasarkan keterangan sejumlah tenaga medis yang berhasil dihimpun Tribun Bali, tidak sedikit para pasien positif Covid-19 ini, saat pertama kali masuk ke rumah sakit, bersikukuh hanya mengalami penyakit biasa, dan tidak mau dilayani menggunakan protokol Covid-19.

Got Meluap, Dinas PUPR Dapati Sumbatan Sampah di Jalan Gunung Salak Denpasar

Tingkatkan Sinergi, Angkasa Pura I Sediakan Galeri UMKM di Bandara

Jokowi ke Banyuwangi Bawa Pesan New Normal Wisata Wajib Diiringi Protokol Ketat

Namun, setelah dilakukan test swab, ternyata hasilnya positif Covid-19.

Tak sampai disitu, saat ditanyakan riwayat perjalanannya dan tracking contaknya, yang bersangkutan tidak mau terbuka.

Pihak medis mengatakan, kondisi inilah yang menjadi pemicu rumah sakit menjadi kluster transmisi lokal.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gde Wisnu Wijaya, Jumat (26/6/2020) mengatakan, saat ini secara komulatif jumlah pasien Covid-19 sudah mencapai 100 orang.

Pihaknya mengakui, sampai saat ini masyarakat di Kabupaten Gianyar, sebagian besar telah mentaati protokol kesehatan, seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan.

Namun hal tersebut, kata dia, masih belum cukup untuk memutus mata rantai Covid-19.

Dimana, hal lain yang paling penting adalah kejujuran masyarakat.

Kejujuran yang dimaksudkan, seperti ketika memeriksakan diri ke rumah sakit, mereka harus mengungkapkan secara jujur riwayat perjalanannya dan tracking kontaknya.

“Ketidakjujuran masyarakat ini juga menjadi permasalahan, dan menjadi penyebab semakin bertambahnya jumlah pasien positif,” ujar Wisnu. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved