Corona di Bali

Pemkot Denpasar Sebut Habiskan Rp 100 M Lebih untuk Covid-19, Insentif Satgas Rp 600 Ribu Per Orang

Selama kurang lebih 4 bulan penanganan Covid-19, Pemkot Denpasar sebut sudah menghabiskan anggaran Rp 100 miliar lebih.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Sebanyak 43 pedagang ikan di pelataran Pasar Kumbasari dan tukang suwun di Pasar Gunung Agung, Denpasar mengikuti tes swab, Minggu (7/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama kurang lebih 4 bulan penanganan Covid-19, Pemkot Denpasar sebut sudah menghabiskan anggaran Rp 100 miliar lebih.

Dana tersebut di antaranya dipakai untuk insentif Satgas di banjar-banjar.

Menurut Plt. Asisten II Setda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Edy Mulia, Kamis (25/6), jumlah tersebut sudah melebihi target awal anggaran penanganan Covid-19 tahap ketiga dari APBD Kota Denpasar sebesar Rp 100 miliar.

Pihaknya telah melakukan refocusing anggaran sejak Maret 2020.

Refocusing dilakukan terhadap angaran kegiatan tahun 2020 di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hingga saat ini, refocusing terakhir sudah mencapai Rp 150 miliar.

"Selama 4 bulan dari bulan Maret 2020, sudah Rp 100 miliar lebih habis untuk penanganan dan pengadaan alat penunjang penanganan Covid-19. Sampai-sampai Bapak Walikota kembali menambah anggaran Rp 150 miliar," katanya.

Dari Rp 150 miliar tersebut, Rp 50 miliar direncanakan untuk membangkitkan pergerakan perekonomian.

Akan tetapi, jumlah tersebut masih kurang untuk penanganan Covid-19 karena sampai saat ini, pandemi Covid-19 masih terus berlanjut.

"Sekarang kami masih menunggu perkembangan kedepan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved